.
jasa desain ruang dalam dan ruang luar. rumah, bangunan, perabot

PROSEDUR PENGELASAN, PEMATRIAN, PEMOTONGAN DENGAN PANAS DAN PEMANASAN

 MELAKUKAN PROSEDUR PENGELASAN, PEMATRIAN, PEMOTONGAN DENGAN PANAS DAN PEMANASAN

DAFTAR ISI 
PETA KEDUDUKAN MODUL 
PERISTILAHAN/GLOSSARY 
I. PENDAHULUAN 
A. DESKRIPSI 
B. PRASYARAT …
 
D. TUJUAN AKHIR 
E. KOMPETENSI
F. CEK KEMAMPUAN 
II. PEMELAJARAN 
A. RENCANA BELAJAR SISWA…
B. KEGIATAN BELAJAR 
1. Kegiatan Belajar 1 : Pengelasan Busur Api (Acetelyne) dan Pengelasan Busur Cahaya (Las Listrik), Kesehatan Kerja dan Lingkungan 
a. Tujuan kegiatan belajar 1 
b. Uraian materi 1 
c. Rangkuman 1 
d. Tugas 1 
e. Tes formatif 1 
f. Kunci jawaban formatif 1 
g. Lembar kerja 1 
2. Kegiatan Belajar 2 : Prosedur Pengelasan Las Busur Api dan Las Busur Cahaya Elektroda Terbungkus 
a. Tujuan kegiatan belajar 2
b. Uraian materi 2
c. Rangkuman 2 
d. Tugas 2 
e. Tes formatif 2 
f. Kunci jawaban formatif 2 
g. Lembar kerja 2 
3. Kegiatan Belajar 3 : Pematrian 
a. Tujuan kegiatan belajar 3
b. Uraian materi 3 
c. Rangkuman 3 
d. Tugas 3 
e. Tes formatif 3 
f. Kunci jawaban formatif 3 
g. Lembar kerja 3 
III.EVALUASI 
A. PERTANYAAN 
B. KUNCI JAWABAN
C. KRITERIA KELULUSAN
IV.PENUTUP 
DAFTAR PUSTAKA   


PETA KEDUDUKAN MODUL
A. Diagram Pencapaian Kompetensi
Diagram ini menunjukkan tahapan urutan pencapaian kompetensi yang dilatihkan pada siswa dalam kurun waktu tiga tahun. Modul Memilih, Mempersiapkan dan Menggunakan Hiasan/ Trim Berperekat merupakan modul untuk membentuk kompetensi memilih dan menggunakan hiasan/ Trim berperekat.


Keterangan
OPKR 10-009B. Pembacaan dan pemahaman gambar teknik
OPKR 10-016C. Mengikuti Prosedur Keselamatan. Kesehatan Keria dan Lingkungan.
OPKR 10-017C. Penggunaan dan Pemeliharaan Peralatan dan Perlengkapan Tempat Kerja.
OPKR 10-010C. Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Ukur.
OPKR 10-013C. Pelaksanaan pemeriksaan keamanan/kelayakan kendaraan
OPKR 10-006C. Melaksanakan prosedur pengelasan, pematrian, pemotongan dengan panas dan pemanasan
OPKR 60-002C. Melaksanakan pekerjaan sebelum perbaikan
OPKR 60-006C. Melepas, menyimpan dan mengganti/memasang panel-panel bodi kendaraan, bagian-bagian panel dan perangkat tambahannya
OPKR 60-012C. Mempersiapkan permukaan untuk pengecatan ulang
OPKR 60-007C. Melepas dan mengganti/melepas pelindung moulding, transfer/gambar hiasan, stiker dan decal/lis, spoile
OPKR 60-008C. Melepas dan mengganti rangkaian/listrik/unit elektronik
OPKR 60-013C. Mempersiapkan bahan dan peralatan pengecatan
OPKR 60-011C. Melaksanakan prosedur masking
OPKR 60-009C. Memasang perapat komponen kendaraan
OPKR 60-016C. Mempersiapkan komponen kendaraan untuk perbaikan pengecatan kecil
OPKR 60-037A. Mempersiapkan dan mengecat komponen-komponen plastik
OPKR 60-018C. Pelaksanaan pengkilatan dan pemolesan
OPKR 60-019C. Memilih dan menggunakan hiasan/Trim berperekat
OPKR 60-029A. Membuat (fabrikasi) komponen fiberglas/bahan komposit
OPKR 60-030A. Memperbaiki komponen finberglas/bahan komposit
OPKR 60-031A. Memperbaiki komponen bodi menggunakan dempul timah (lead wiping)
OPKR 60-038A. Melaksanakan pemasangan anti karat dan peredam suara
OPKR 60-050A Membersihkan permukaan kaca
OPKR 60-051A. Melakukan pembersihan setempat permukaan luar/dalam
 


PERISTILAHAN / GLOSSARY

Welding adalah : Pengelasan ; proses menyambung dua buah logam atau lebih dengan mengadakan ikatan metalurgi dibawah pengaruh panas.

Las acetelyne adalah : proses pengelasan dengan memanfaatkan gas acetelyne (gas karbid) sebagai bahan bakarnya.

Regulator las adalah : alat yang digunakan untuk mengatur tekanan, baik tekanan gas acetelyne maupun gas oksigen.

Las Listrik adalah : proses pengelasan dengan memanfaatkan suhu yang tinggi dari busur listrik sebagai sumber panas.

Penetrasi adalah : dampak bakar atau daya tembus pengelasan, baik las acetelyne maupun las listrik.

Deposit adalah : endapan dari dua logam yang mencair pada saat dipanaskan sampai pada titik lebur kamudian didinginkan.

Fluks adalah : lapisan pada elektrode yang berfungsi melindungi cairan lasan dari reaksi terhadap oksigen atmosfer, memudahkan penyulutan dll.

Penetrasi adalah : daya tembus/ rembes cat kepada masking paper dan masking tape.

Pematrian adalah : suatu cara penyambungan bahan logam di bawah pengaruh penyaluran panas dengan pertolongan imbuhan logam atau campuran logam yang mudah melebur (patri) yang titik leburnya berada di bawah titik lebur bahan dasar yang akan disambungkan.

PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI

Modul ini berisi materi praktis tentang Prosedur pengelasan, pematrian, pemotongan dengan panas dan pemanasan yang meliputi : tujuan dan K3L, Pengertian umum, metode dan prosedur, dan langkahlangkah yang harus diperhatikan dalam prosedur pengelasan, pematrian, pemotongan dengan panas dan pemanasan. Semua yang kami kupas dalam modul ini membahas tentang informasi penting yang dikemas secara sistematis disertai tugas-tugas praktis untuk diketahui siswa SMK program keahlian Teknik Body Otomotif. Harapannya setelah mempelajari modul ini siswa dapat memahami prosedur yang benar dari prosedur pengelasan, pematrian, pemotongan dengan panas, dan pemanasan. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini banyak dipakai dalam industri karoseri kendaraan baik sekala besar maupun kecil, bahkan dalam bengkel-bengkel perbaikan body yang banyak tersebar di Nusantara ini. Siswa yang sudah memiliki kompetensi dalam modul ini dapat bekerja di bengkel perbaikan body (Body repair) kendaraan maupun industri karoseri kendaraan. Dalam akhir pembelajaran modul ini perlu diadakan Kunjungan Industri agar siswa mengetahui secara langsung penggunaan kompetensi dalam modul ini di lapangan serta untuk membuka wawasan kewirausahaan siswa.


B. PRASYARAT


Dari peta kedudukan modul dalam halaman depan modul ini dapat diketahui beberapa kompetensi sebagai prasarat siswa dalam mempelajari modul ini yakni :
1. Pembacaan dan pemahaman gambar teknik.
2. Mengikuti prosedur keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan.
3. Penggunaan dan Pemeliharaan Peralatan dan Perlengkan Tempat Kerja.
4. Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Ukur.
5. Melepas dan mengganti rangkaian/listrik/unit elektronik.

Dengan penguasaan kompetensi prasarat diatas siswa dapat dengan mudah mempelajari kompetensi Masking Pengecatan ini.


C. Petunjuk Penggunaan Modul

1. Petunjuk bagi Siswa :

a. Bacalah modul ini dengan seksama dan pahami setiap topik secara berurutan, karena isi dari modul ini saling keterkaitan antara kegiatan belajar satu dengan yang lainnya.

b. Kerjakan Tugas pada modul ini dan laporkan tugas anda kepada guru pendamping/instruktur. Jika tugas dinyatakan belum baik ulangi kembali sampai dinyatakan baik.

c. Kerjakan tes formatif dalam modul ini tanpa melihat kunci jawabannya. Cocokkan dengan kunci jawaban. Jika masih terdapat kesalahan ulangi kembali sampai tidak terdapat kesalahan.

d. Siapkan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan di ruang kerja anda sebelum anda melaksanakan praktek.

e. Jangan cepat puas dengan hasil praktek anda, coba lagi sampai mendapatkan kualitas pekerjaan yang sempurna.

f. Jika ada yang kurang jelas tanyakan pada instruktur/guru pembimbing anda.

g. Jika anda sudah dapat menguasai modul ini baik materi maupun prakteknya, mintalah evaluasi kompetensi dan surat keterangan sertifikasi pada guru pendamping/instruktur.

2. Petunjuk bagi Guru :

a. Bantulah peserta diklat dalam merencanakan (Planing) proses belajar.

b. Instruktur/Guru wajib mendampingi siswa dalam mempelajari modul ini.

c. Koreksilah tugas dan hasil latihan yang dikerjakan siswa dengan baik, berilah respon pada siswa anda supaya siswa lebih bersemangat.

d. Awasi (Controlling) peserta diklat dalam mempelajari modul ini.

e. Guru bertugas mengorganisasikan (Organizing) peserta diklat untuk memudahkan siswa dalam belajar.

f. Jika siswa dipandang sudah mampu menguasai materi modul ini Guru bertugas meng-evaluasi (Evaluasing) peserta diklat dan berilah surat keterangan serifikasi keahlian/ kompetensi tentang Masking Pengecatan.

g. Untuk memudahkan guru dalam penilaian hasil latihan siswa, Guru wajib membuat kriteria penilaian yang berisi sub-sub kompetensi siswa. Berilah angka penilaian pada setiap butir kompetensi tersebut (contoh kriteria penilaian terlampir).

D. Tujuan Akhir

Tujuan akhir dari pembelajaran modul ini adalah :

1. Siswa mampu menyebutkan peralatan keselamatan kerja dan memiliki kompetensi dalam melaksanakan langkah keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan dengan baik.

2. Siswa mampu menyebutkan bahan dan peralatan Pengelasan, Pematrian, Pemotongan dengan panas dan pemanasan serta menjelaskan fungsi dari peralatan tersebut.

3. Siswa memiliki kompetensi sebagai berikut :

a. Menjelaskan Peralatan dan bahan yang dipakai pada prosedur pengelasan, pematrian, pemotongan dengan panas dan pemanasan dengan benar.

b. Menjelaskan langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam prosedur Pengelasan, Pematrian, Pemotongan dengan panas dan pemanasan dengan benar.

c. Menjelaskan prosedur pengelasan dan melakukan pengelasan dengan prosedur yang benar.

d. Menjelaskan prosedur pematrian dan melakukan Pematrian dengan benar.

e. Menjelaskan dan melaksanakan prosedur Pemotongan dengan panas dengan benar.


E. Kompetensi
Modul ini membentuk kompetensi Melaksanakan prosedur pengelasan, pematrian pemotongan dengan panas dan pemanasan. Sedangkan subkompetensi yang ingin dicapai dapat dijabarkan seperti dibawah ini :
KOMPETENSI : Melaksanakan prosedur pengelasan, pematrian pemotongan dengan panas dan pemanasan.
KODE : OPKR-10-006.C
DURASI : 140 Jam @ 45 menit
SUB MATERI POKOK PEMELAJARAN
KOMPETENSI
KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1. Pelaksanaan
prosedur
pengelasan
? Prosedur pengelasan dilaksanakan
tanpa menyebabkan
kerusakan terhadap
komponen atau sistem
lainnya
? Informasi yang benar diakses
dari spesifikasi pabrik
dan dipahami
? Seluruh kegiatan pengelas-an
dilaksanakan berdasar-kan
SOP (Standard Operation
Prosedure) pera-turan K3L
(Keselamatan, Kesehatan
Kerja dan Ling-kungan) yang
berlaku, dan
prosedur/kebijakan perusahaan
? Melaksanakan prosedur
pengelasan, pematrian,
pemotongan dengan panas
dan pemanasan sesuai
instruksi perbaiakan pada
jasa pelayanan pemeliharaan/
servis dan perbaikan
kompetensi umum
(mengacu pada unit OPKR-
60-001C untuk pengelasan
yang se-suai pada
kompetensi bodi
kendaraan)
? Pengelasan
dilaksana-kan
tanpa menyebabkan
kerusakan terhadap
komponen
atau sistem lainnya
? Undang-undang tentang
K3L
? Persyaratan keamanan
perlengkapan kerja
? Persyaratan keselamatan
diri (contoh, asap
beracun/ timah hitam
beracun)
? Tipe dari logam-logam
yang sesuai dengan
pene-rapannya
? Prosedur pengelasan
(oxy, arc, dan MIG
dan/atau TIG)
? Prosedur pematrian
? Prosedur pemotongan
dengan panas
? Prosedur pemanasan
? Mengakses, memahami
dan menerapkan
informasi teknik
? Menggunakan peralatan
dan perlengkapan yang
sesuai
? Menerapkan
persyaratan
keselamatan diri
? Menerapkan asetelin
oxy (las karbit) dan
prosedue pengelasan
arc (las busur)

SUB MATERI POKOK PEMELAJARAN
KOMPETENSI
KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
2. Pelaksanaan
prosedur
pematrian
? Prosedur pematrian dimatikan
tanpa menyebabkan
kerusakan terhadap komponen
atau sistem lainnya
? Informasi yang benar diakses
dari spesifiaksi pabrik
dan dipahami
? Seluruh kegiatan pematrian
dilaksanakan berdasarkan
SOP (Standard Operatiron
Prosedure) peraturan K3L
(Keselamatan, Kesehatan
Kerjsa dan Lingkungan) yang
berlaku dan prosedur/
kebijakan perusahaan
? Melaksanakan prosedur
pengelasan, pematrian,
pemotongan dengan panas
dan pemanasan sesuai
instruksi perbaiakn pada
jasa pelayanan
pemeliharaan/ servis dan
perbaikan kompe-tensi
umum (mengacu pada unit
OPKR-60-001C untuk
pengelasan yang sesuai
pada kompetensi bodi
kendaraan)
? Pematrian
dilaksana-kan
tanpa menyebabkan
kerusakan terhadap
komponen
atau sistem lainnya
? Undang-undang tentang
K3L
? Persyaratan keamanan
per-lengkapan kerja
? Persyaratan keselamatan
diri (contoh, asap
beracun/ timah hitam
beracun)
? Tipe dari logam-logam
yang sesuai dengan
pene-rapannya
? Prosedur pengelasan
(oxy, arc, dan MIG
dan/atau TIG)
? Prosedur pematrian
? Prosedur pemotongan
dengan panas
? Prosedur pemanas
? Mengakses, memahami
dan menerapkan
informasi teknik
? Menggunakan peralatan
dan perlengkapan yang
sesuai
? Menerapkan
persyaratan
keselamatan diri
? Menerapkan prosedur
pematrian
3. Pelaksanaan
prosedur
pemotongan
dengan panas
? Prosedur pemotongan
dengan panas dimatikan
tanpa menyebabkan kerusakan
terhadap kompo-nen
atau sistem lainnya
? Informasi yang benar diakses
dari spesifiaksi pabrik
dan dipahami
? Seluruh kegiatan pemotongan
dengan panas dilaksanakan
berdasarkan SOP
(Standard Operatiron
Prosedure) peraturan K3L
(Kesela-matan, Kesehatan
Kerja dan Lingkungan) yang
berlaku dan prosedur/
kebijakan perusahaan
? Melaksanakan prosedur
pengelasan, pematrian,
pemotongan dengan panas
dan pemanasan sesuai
instruksi perbaiakn pada
jasa pelayanan
pemeliharaan/ servis dan
perbaikan kompe-tensi
umum (mengacu pada unit
OPKR-60-001C untuk
pengelasan yang sesuai
pada kompetensi bodi
kendaraan)
? Pemotongan
dengan panas
dilaksanakan tanpa
menyebabkan
kerusakan
terhadap
komponen atau
sistem lainnya
? Undang-undang tentang
K3L
? Persyaratan keamanan
perlengkapan kerja
? Persyaratan keselamatan
diri (contoh, asap
beracun/ timah hitam
beracun)
? Tipe dari logam-logam
yang sesuai dengan
pene-rapannya
? Prosedur pengelasan
(oxy, arc, dan MIG
dan/atau TIG)
? Prosedur pematrian
? Prosedur pemotongan
dengan panas
? Prosedur pemana
? Mengakses, memahami
dan menerapkan
informasi teknik
? Menggunakan peralatan
dan perlengkapan yang
sesuai
? Menerapkan
persyaratan
keselamatan diri
? Menerapkan prosedur
pe-motongan dengan
panas

SUB MATERI POKOK PEMELAJARAN
KOMPETENSI
KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
4. Pelaksanaan
prosedur
pemanasan
? Prosedur pemanasan dilaksanakaan
tanpa menyebabkan
kerusakan terhadap
komponen atau sistem
lainnya
? Informasi yang benar diakses
dari spesifiaksi pabrik
dan dipahami
? Seluruh kegiatan pemanas-an
suhu dilaksanakan
berdasarkan SOP (Standard
Operatiron Prosedure)
peraturan K3L (Keselamatan,
Kesehatan Kerjsa dan
Lingkungan) yang berlaku
dan prosedur/kebijakan
perusahaan
? Melaksanakan prosedur
pengelasan, pematrian,
pemotongan dengan panas
dan pemanasan sesuai
instruksi perbaiakn pada
jasa pelayanan
pemeliharaan/ servis dan
perbaikan kompe-tensi
umum (mengacu pada unit
OPKR-60-001C untuk
pengelasan yang sesuai
pada kompetensi bodi
kendaraan)
? Pemanasan
dilaksana-kan
tanpa menyebabkan
kerusakan terhadap
komponen
atau sistem lainnya
? Undang-undang tentang
K3L
? Persyaratan keamanann
perlengkapan kerja
? Persyaratan keselamatan
diri (contoh, asap
beracun/ timah hitam
beracun)
? Tipe dari logam-logam
yang sesuai dengan
pene-rapannya
? Prosedur pengelasan
(oxy, arc, dan MIG
dan/atau TIG)
? Prosedur pematrian
? Prosedur pemotongan
dengan panas
? Prosedur pemana
? Mengakses, memahami
dan menerapkan
informasi teknik
? Menggunakan peralatan
dan perlengkapan yang
sesuai
? Menerapkan
persyaratan
keselamatan diri
? Menerapkan prosedur
pemanasan
F. Cek Kemampuan
Sebelum mempelajari modul OPKR-60-011 C, isilah dengan cek list (? ) kemampuan yang telah dimiliki peserta diklat
dengan sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan :
No. Kompetensi Jawaban
Ya Tidak
Bila jawaban
‘Ya’, kerjakan


1.
Menyebutkan peralatan keselamatan kerja dan memiliki kompetensi
dalam melaksanakan langkah keselamatan dan kesehatan kerja serta
lingkungan
2.
menyebutkan bahan dan peralatan Pengelasan, Pematrian,
Pemotongan dengan panas dan pemanasan serta menjelaskan fungsi
dari peralatan
3. Menjelaskan Peralatan dan bahan yang dipakai pada prosedur
pengelasan, pematrian, pemotongan dengan panas dan pemanasan
4.
Menjelaskan langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam
prosedur Pengelasan, Pematrian, Pemotongan dengan panas dan
pemanasan
5. Menjelaskan prosedur pengelasan dan melakukan pengelasan
6. Menjelaskan prosedur pematrian dan melakukan Pematrian
7. Menjelaskan dan melaksanakan prosedur Pemotongan dengan
panas
Apabila peserta diklat menjawab Tidak, pelajari modul ini!

PEMELAJARAN
A. RENCANA BELAJAR SISWA
Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di
bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai
mempelajari setiap kegiatan belajar.
Jenis Kegiatan Tgl Waktu
Tempat
Belajar
Alasan
Perubahan
Paraf
Guru
A. Penjelasan Umum
? Menjelaskan Kesela-matan
dan Kesehatan Kerja dan
Lingkungan secara umum
? Menjelaskan secara umum
tentang penge-lasan,
pemotongan, pematrian
dan pema-nasan yang
meliputi kegunaan dan
keun-tungannya.
? Menjelaskan perenca-naan
prosedur penge-lasan yang
meliputi : ketebalan
bahan, jenis sambungan,
proses pengelasan &
alasan keputusan
pengambil-an prosedur
penge-lasan.
B. Pengelasan Acetelyne
? Menjelaskan tentang
pengelasan Acetelyne yang
meliputi : pengertian,
peralatan dan kegunaan.
? Menjelaskan teknik
pengelasan Acetelyne
C. Pengelasan Arc/busur
? Menjelaskan penge-lasan
Arc/busur yang meliputi :
pengertian, peralatan dan
keguna-an.
? Menjelaskan teknik pengelasan
Arc/busur
D. Pematrian
? Menjelaskan penger-tian,
peralatan dan kegunaan
pematrian
10
? Menjelaskan teknik pematrian
dengan patri lunak
dan patri keras
E. Pemotongan dengan panas
? Menjelaskan pengertian,
peralatan dan kegunaan
pemotongan
? Menjelaskan teknik
pemotongan logam dengan
panas
F. Pemanasan
? Menjelaskan pengertian,
peralatan dan kegunaan
pema-nasan
? Menjelaskan teknik pemanasan
logam.



B. KEGIATAN BELAJAR
1. Kegiatan Belajar
 

1 : Pengelasan Busur Api (Acetelyine) dan Pengelasan Busur Cahaya (Las Listrik),

Kesehatan Kerja dan
Lingkungan (K3L)

a. Tujuan Kegiatan Belajar 1
Setelah mempelajari topik ini diharapkan siswa mampu :
1). Mengetahui langkah-langkah umum K3L dalam pengelasan, pematrian, pemotongan dengan panas dan pemanasan.
2). Menjelaskan pengertian las secara umum, penggunaan las
dan keuntungan pengelasan.
3). Menjelaskan macam-macam las dengan benar.
4). Menjelaskan macam-macam kampuh sambungan las.
b. Uraian Materi 1



Selengkapnya : PROSEDUR PENGELASAN, PEMATRIAN, PEMOTONGAN DENGAN PANAS DAN PEMANASAN

c. Rangkuman PROSEDUR PENGELASAN, PEMATRIAN, PEMOTONGAN DENGAN PANAS DAN PEMANASAN 1

Dari uraian materi diatas dapat dirangkum sebagai berikut :

1) K3L adalah wajib dilakukan sebagai upaya dalam melindungi hak kelangsungan hidup baik manusia, hewan dan lingkungannya.

2) Dalam Proses pengelasan harus memperhatikan langkah K3L, terlebih dalam pengelasan menggunakan las gas selalu berhubungan dengan gas yang mudah terbakar.

3) Pengelasan adalah proses penyambungan dua logam atau lebih dengan mengadakan ikatan metalurgi dibawah pengaruh panas. 4) Dalam pengelasan, logam yang disambung diharapkan mempunyai titik lumer yang sama, sehingga ketika mencair akan bersama-sama dan akan terjadi ikatan yang kuat.

5) Kampuh penyambungan las ada tiga macam yakni : kampuh sambungan lurus, kampuh sambungan Sudut dan kampuh sambungan Te.

6) Untuk mempermudah pengelasan pada beberapa jenis logam kita perlu mengenali sifat dan karakteristik logam tersebut. Dalam modul ini dibahas pengelasan pada Besi dan Baja yang terdiri dari : Besi, Baja karbon (Baja karbon rendah dan baja karbon tinggi), Baja Cor dan Besi Cor.



d. Tugas 1
Agar siswa lebih menguasai materi kegiatan I ini maka perlu diberikan tugas antara lain :
1. Buatlah poster sederhana tentang keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan yang berhubungan dengan Pengelasan dan Pematrian.
2. Carilah artikel di internet tentang K3L pengelasan dan pematrian.

e. Tes Formatif 1
1) Jelaskan proses terjadinya ikatan metalurgi?
2) Sebutkan tiga keuntungan dari pengelasan dibandingkan dengan proses penyambungan yang lain.
3) Apa saja yang mempengaruhi kualitas pengelasan?
4) ada berapa jenis kampuh dalam proses pengelasan? Sebutkan!
5) Apa perbedaan yang mendasar dari beberapa jenis logam dibawah ini :
a) Besi
b) Baja Karbon Rendah
c) Baja Karbon Tinggi
d) Baja Cor
e) Besi Cor
6) Apa tujuan dari pemanasan mula pada pengelasan besi cor.

f. Kunci Jawaban Formatif 1
1) Logam dasar yang disambung berikut bahan tambah (jika diperlukan) dipanasi dan mencair dalam waktu yang bersamaan, selanjutnya setelah dingin akan menjadi sambungan terpadu yang sangat kuat.
2) Keuntungan dari pengelasan antara lain :
a) Konstruksi sambungan las mudah dilakukan.
b) Waktu pengerjaan sambungan las relatif lebih cepat.
c) Bahan lebih hemat.
d) Konstruksi lebih ringan.
e) Diperoleh bentuk sambungan yang lebih estetis (indah).


3) Faktor yang mempengaruhi kualitas pengelasan
antara lain :
Teknik pengelasan, bahan logam yang disambung, pengaruh panas.
4) Kampuh penyambungan las ada tiga macam yakni : kampuh sambungan lurus, kampuh sambungan Sudut dan kampuh sambungan Te.
5) Perbedaan yang mendasar dari beberapa jenis logam dibawah ini dilihat dari kandungan karbonnya :
a) Besi : mengandung karbon 0 s.d. 4,5%.
b) Baja Karbon Rendah : mengandung karbon kurang dari 30%.
c) Baja Karbon Tinggi : mengandung karbon 0,45% s.d. 1,70%
d) Baja Cor : mengandung karbon kurang dari 0,40%.
e) Besi Cor : mengandung karbon kurang dari 2%.
6) Tujuan dari pemanasan mula pada pengelasan besi cor adalah agar tidak terjadi pendinginan cepat, sehingga tidak mudah retak.

f. Lembar Kerja 1
1). Alat dan Bahan :
a). Peralatan dan Bahan Las Acetelyne dan las Listrik
b). Kain majun
2). Keselamatan Kerja :
a). Tidak melakukan pekerjaan dengan bergurau.
b). Ikuti petunjuk dari instruktur/guru pembimbing dan petunjuk yang tertera dari lembar kerja.
c). Gunakan peralatan sesuai dengan fungsi dan prosedur yang benar.
d). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja.


3). Langkah Kerja :
a). Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat, efektif dan seefisien mungkin.
b). Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan guru/ instruktur dan atau yang ada di job sheet.
c). Lakukan demonstrasi pelaksanaan K3 pada pekerjaan pengelasan!
d). Lakukan pengenalan bentuk-bentuk kampuh las!
e). Lakukan pengenalan jenis-jenis las!
f). Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas.
g). Setelah selesai, bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula.


4). Tugas :
a). Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas.
b). Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar 1.

2. Kegiatan Belajar 2 : 


Prosedur Pengelasan Las Busur Api dan Las Busur Cahaya Elektroda Terbungkus


a. Tujuan Kegiatan Belajar 2

Tujuan dari kegiatan belajar ini agar setelah mempelajari prosedur pengelasan diharapkan siswa dapat :

1). Menyebutkan langkah K3 (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan) dalam las acetelyne dan las busur dengan benar.

2). Menyebutkan peralatan las acetelyine dan las busur beserta kegunaannya dengan benar.

3). Mengoperasikan peralatan las acetelyne sesuai dengan prosedur yang benar.

4). Melakukan langkah persiapan pengelasan dengan benar.

5). Menentukan prosedur pengelasan yang dipakai (las acetelyn atau las busur) dan melakukan pengelasan logam tersebut dengan prosedur yang benar dan hasil pengelasan yang baik.

6). Melakukan langkah akhir pengelasan seperti menutup semua semua regulator las acetelyne, mematikan tombol las listrik sesuai dengan urutannya, merapikan kembali peralatan dan tempat kerja pengelasan sesuai dengan K3L, serta menjaga peralatan las agar lebih awet sehingga mampu beroperasi secara optimal.



b. Uraian Materi 2
1). Langkah persiapan pengelasan dan K3L

  Las Karbit (las acetelyne)

  Jenis Nyala Api Las Acetelyne

  Teknik Pengelasan Las karbid

 Las Busur Cahaya (Pengelasan Arc) : Las Listrik

 

c. Rangkuman 2

1) Langkah persiapan pengelasan adalah langkah yang perlu kita lakukan sebelum melakukan pengelasan, baik las acetelyne maupun las busur listrik, agar didapat hasil pengelasan yang sempurna. Langkah persiapan yang baik akan memudahkan kita dalam proses pengelasan, waktu menjadi efektif, dan keselamatan dan kesehatan kerja semakin terjamin.

2) Hasil las Acetelyne dipengaruhi beberapa faktor antara lain : pemilihan ukuran brander, penyetelan busur nyala api, teknik pengelasan yang dipakai, serta bahan benda kerja serta bahan tambah pengelasan.

3) Hasil las busur cahaya dipengaruhi beberapa faktor yaitu : Pemilihan elektroda, bahan logam lasan, pengaturan tegangan dan arus listrik, kecepatan pengelasan, polaritas las, dan gerakan elektroda. Dalam menetukan hal-hal tersebut faktor pengalaman sangat berperan. Oleh karena itu para siswa sebaiknya sering melakukan latihan untuk mendapatkan hasil las listrik yang baik dan sempurna.


d. Tugas 2
1) Buatlah langkah-langkah secara urut prosedur pengelasan acetelyne (las karbid).
2) Buatlah langkah-langkah secara urut prosedur pengelasan Las Busur Listrik.
3) Apa yang akan anda lakukan jika terjadi kebakaran pada selang gas karbid.
4) Buatlah poster tentang K3L yang berhubungan dengan Pengelasan.
5) Lakukan kunjungan industri ke industri karoseri atau bengkel perbaikan body. Amati proses pengelasannya dan buatlah laporan kegiatan tersebut.

e. Tes Formatif 2
1) Sebutkan langkah persiapan yang perlu kita lakukan sebelum melakukan pengelasan karbid dan lass busur listrik.
2) Sebutkan gas apa saja yang sering dipakai sebagai bahan bakar dalam pengelasan busur cair.
3) Berikan 5 contoh alat pengelasan acetelyine beserta fungsi masing-masing alat tersebut.
4) Berapa derajatkah suhu yang bisa dicapa pada las acetelyne?
5) Jelaskan tentang macam-macam nyala api pada pengelasan acetelyne.
6) Jelaskan secara singkat proses terjadinya busur cahaya pada pengelasan busur listrik.
7) Apa keuntungan dan kerugian arah pengelasan pada las listrik, baik arah mundur maupun maju. Jelaskan.
8) Apa fungsi dari fluks (bahan tambah) dari elektroda pada pengelasan busur listrik.
9) Menurut anda, apa saja yang mempengaruhi agar hasil pengelasan pada las busur listrik menjadi sempurna.

f. Kunci Jawaban Formatif 2
1) Langkah persiapan yang perlu kita lakukan sebelum melakukan pengelasan las acetelyne/karbid dan las busur listrik antara lain :
a) Membuat rencana kerja.
b) Menentukan pengelasan yang akan dikerjakan.
c) Menentukan posisi pengelasan.
d) Mempersiapkan alat perakit atau alat bantu.
e) Melakukan las ikat
f) Pembersihan, Pemeriksaaan dan perbaikan alur.

2) Gas yang sering dipakai sebagai bahan bakar dalam pengelasan busur cair antara lain : gas acetelyne (karbir), gas propan, gas hydrogen, gas elpiji dll. 


3) Peralatan pengelasan acetelyine beserta fungsinya antara lain :
a) Brander las sebagai tempat bercampurnya gas karbit dengan oksigen (O2).
b) reguletor berfungsi untuk mengukur tekanan gas pada tabung dan membatasi tekanan gas yang keluar dari tabung, baik gas oksigen maupun gas karbit.
c) Katup pengaman untuk menghindari terjadinya tekanan dan pembakaran balik.
d) Kacamata berfungsi untuk melindungi mata dari kilauan busur api yang dihasilkan dari las karbid.
e) Jarum pembersih untuk membersihkan kotoran yang menyumbat pada torekh (ujung brander)

4) Suhu yang bisa dicapai dalam pengelasan Oksi-gas karbid adalah : 3.100 – 3.200 ºC
5) Macam-macam nyala api netral pada las acetelyne adalah :
Nyala api karburasi adalah nyala api yang kelebihan gas karbid. Batas nyala ketiga kerucut yang terjadi tidak jelas.
Nyala api oksidasi adalah nyala api yang kelebihan oksigen. Pada nyala api oksidasi terlihat dua kerucut, dan kerucut bagian dalam pendek berwarna birupucat sampai ungu. Pada nyala api oksidasiini biasanya terdengar suara berdesis. Nyala api netral terbentuk karena campuran gas karbid dan oksigen yang seimbang. Nyala api netral terdapat dua kerucut dengan batas yang cukup jelas. Kerucut dalam berwarna putih bersinar dan kerucut luar berwarna biru bening.

6) Proses terjadinya busur cahaya: Pada pembentukan busur cahaya, elektrode keluar dari kutup negatif (katoda) dan mengalir dengan kecepatan tinggi ke kutup positif (anoda). Dari katup positif mengalir partikel positif (ion positif) ke kutup negatif. Melalui proses ini, ruang udara diantara katoda dan anoda (benda kerja dan elektroda ) dibuat penghantar untuk arus listrik (diionisasikan) dan dimungkinkan pembentukan busur cahaya. Sebagai arah arus berlaku arah gerakan ion-ion positif.

7) Keuntungan dan kerugian teknik pengelasan arah maju dan arah mundur pada las listrik adalah: (a). pada arah maju memungkinkan terjadinya pemanasan awal bahan dasar, tetapi fluks tidak terlindung sehingga memungkinkan oksigen yang ada di atmosfer ikut mempengaruhi pendinginan yang dapat mengakibatkan korosi. (b). Pada arah mundur tidak memungkinkan pemanasan awal logam dasar tetapi pendinginan cairan lasan dan fluks terlindung oleh gas sehingga oksigen udara luar tidak bereaksi dengan cairan lasan. Dengan demikian proses korosi dapat diminimalisir.

8) Fungsi dari fluks (bahan tambah) dari elektroda pada pengelasan busur listrik adalah :
a) Untuk memudahkan penyulutan dan pemantap busur setelah proses pengelasan berjalan.
b) Meningkatkan dampak bakar.
c) Sebagai bahan pengisi pada kampuh sambungan.
d) Untuk memperlancar pemindahan butir – butir cairan elektroda.
e) Pembentuk terak dan gas, untuk melindungi cairan logam lasan dari pengaruh udara luar (deoksidator).
9) Yang mempengaruhi agar hasil pengelasan pada las busur listrik antara lain : Pemilihan elektroda, bahan logam lasan, pengaturan tegangan dan arus listrik, kecepatan pengelasan, polaritas las, dan gerakan elektroda.

g. Lembar Kerja 2
1). Alat dan Bahan :
a). Peralatan dan bahan las acetelyne dan las listrik.
b). Kain majun

2). Keselamatan Kerja :
a). Tidak melakukan pekerjaan dengan bergurau.
b). Ikuti petunjuk dari instruktur/guru pembimbing dan petunjuk yang tertera dari lembar kerja.
c). Gunakan peralatan sesuai dengan fungsi dan prosedur yang benar.
d). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan
pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja.

3). Langkah Kerja :
a). Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat, efektif dan seefisien mungkin!
b). Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan guru/instruktur!
c). Lakukan berbagai macam gerakan pengelasan dengan las acetelyne, mengikuti job yang diberikan oleh guru!
d). Lakukan berbagai macam gerakan pengelasan dengan las busur listrik, mengikuti job yang diberikan oleh guru!
e). Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas!
f). Setelah selesai, bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula!

4). Tugas :
a). Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas.
b). Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi kegiatan belajar 2.

3. Kegiatan Belajar

3 : Pematrian

a. Tujuan Kegiatan Belajar 3
Setelah mempelajari topik ini diharapkan siswa mampu :
1). Menjelaskan pengertian dan penerapan pematrian secara umum.
2). Mengidentifikasi sambungan patri secara umum.
3). Menjelaskan proses terjadinya ikatan patri.
4). Menjelaskan aturan dasar umum pada pematrian.
5). Menjelaskan pematrian lunak pada logam berat.
6). Menjelaskan Pematrian keras untuk logam berat.

b. Uraian Materi 3
1) Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan

3) Proses terjadinya ikatan patri

4). Aturan Dasar Umum Pada Pematrian

6). Celah Sambungan Patri

7). Kekuatan Ikatan Patri

8). Peralatan Pematrian

9). Pematrian Lunak Logam Berat    & Pematrian Keras Logam Berat 

 

 d. Tugas 3
1). Carilah artikel di internet tentang pematrian dan permasalahannya.
2). Buatlah langkah-langkah secara urut prosedur pematrian.
3). Lakukan kunjungan industri ke industri karoseri atau bengkel perbaikan body. Amati proses pematriannya dan buatlah laporan kegiatan tersebut.

e. Tes Formatif3
1). Apa definisi dari pematrian ?
2). Sambungan Pematrian dapat dikelompokkan menurut apa saja?
3). Jelaskan pematrian menurut suhu dan kekuatan sambungan?
4). Jelaskan proses terjadinya ikatan patri?
5). Sebutkan dan jelaskan tiga proses fisikalis pada proses pematrian?
6). Apa saja yang termasuk dalam aturan dasar pematrian?
7). Jelaskan kapan diterapkan pamatrian keras ?
8). Jelaskan kapan diterapkan pamatrian keras ?

f. Kunci Jawaban Formatif 3 (klik untuk buka)



g. Lembar Kerja 3
1). Alat dan Bahan :
a). Peralatan dan bahan Pematrian.
b). Kain majun
2). Keselamatan Kerja :
a). Tidak melakukan pekerjaan dengan bergurau.
b). Ikuti petunjuk dari instruktur/guru pembimbing dan petunjuk yang tertera dari lembar kerja.
c). Gunakan peralatan sesuai dengan fungsi dan prosedur yang benar.
d). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja.
3). Langkah Kerja :
a). Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat,
efektif dan seefisien mungkin.
b). Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan guru/instruktur.
c). Lakukan demonstrasi penggunaan peralatan pematrian!
d). Lakukan pematrian dengan berbagai jenis/ tipe patri,
mengunakan job yang diberikan oleh guru/ instruktur!
e). Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas.
f). Setelah selesai, bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula.
4). Tugas :
a). Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas.
b). Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar 3.


EVALUASI
A. PERTANYAAN

1. Jelaskan proses terjadinya ikatan metalurgi?
2. Sebutkan tiga keuntungan dari pengelasan dibandingkan dengan proses penyambungan yang lain.
3. Apa saja yang mempengaruhi kualitas pengelasan?
4. ada berapa jenis kampuh dalam proses pengelasan? Sebutkan!
5. Apa perbedaan yang mendasar dari beberapa jenis logam dibawah ini :
a. Besi
b. Baja Karbon Rendah
c. Baja Karbon Tinggi
d. Baja Cor
e. Besi Cor
6. Apa tujuan dari pemanasan mula pada pengelasan besi cor.
7. Sebutkan langkah persiapan yang perlu kita lakukan sebelum melakukan pengelasan karbid dan lass busur listrik.
8. Sebutkan gas apa saja yang sering dipakai sebagai bahan bakar dalam pengelasan busur cair.
9. Berikan 5 contoh alat pengelasan acetelyine beserta fungsi masing-masing alat tersebut.
10. Berapa derajatkah suhu yang bisa dicapa pada las acetelyne?
11. Jelaskan tentang macam-macam nyala api pada pengelasan acetelyne.
12. Jelaskan secara singkat proses terjadinya busur cahaya pada pengelasan busur listrik.
13. Apa keuntungan dan kerugian arah pengelasan pada las listrik, baik arah mundur maupun maju. Jelaskan
14. Apa saja fungsi Fluks pada las listrik dengan elektrode terbungkus?
15. Apa saja yang mempengaruhi kualitas hasil pengelasan pada las busur listrik?
16. Apa definisi dari pematrian ?
17. Sambungan Pematrian dapat dikelompokkan menurut apa saja?
18. Jelaskan pematrian menurut suhu dan kekuatan sambungan?
19. Jelaskan proses terjadinya ikatan patri?
20. Sebutkan dan jelaskan tiga proses fisikalis pada proses pematrian?
21. Apa saja yang termasuk dalam aturan dasar pematrian?
22. Jelaskan kapan diterapkan pamatrian keras ?
23. Jelaskan kapan diterapkan pamatrian keras ?

Klik untuk membuka B. KUNCI JAWABAN

 

DAFTAR PUSTAKA
Sconmetz, dkk. (1985). Pengerjaan Logam dengan Perkakas Tangan dan Mesin Sederhana, Bandung: Angkasa.
Harsono Wiryo Sumarto., Toshe Okomura. (1979). Teknologi Pengelasan Logam, Jakarta : Pradnya Paramita.
Bram, G. And Dowbs, C. (1975). Manufacturing Tecnology, London: The Macmillan Press Ltd.
Romans, D. , Simon, En, (1968). Welding Processes and Tecnology, London: Pitman.




Terkait

0 comments

Jasa Desain, Bangun dan Renovasi : rumah, toko, warung, kantor, taman, interior, pagar, kanopi, furniture. Konsep spesial pribadi Anda. Lebih indah, hemat, mudah, ringan, dan aman



Layanan Jasa Konstruksi dan Pengelasan