Dinding Penahan (Retaining Wall): Tekanan Lateral Tanah dan Struktur Penahan Tanah

Dinding penahan tanah merupakan komponen struktur bangunan penting utama untuk jalan raya dan bangunan lingkungan lainnya yang berhubungan tanah berkontur atau tanah yang memiliki elevasi berbeda. Secara singkat dinding penahan merupakan dinding yang dibangun untuk menahan massa tanah di atas struktur atau bangunan yang dibuat.

Bangunan dinding penahan umumnya terbuat dari bahan kayu, pasangan batu, beton hingga baja. Bahkan kini sering dipakai produk bahan sintetis mirip kain tebal sebagai dinding penahan tanah. Produk bahan ini sering disebut sebagai geo textile atau geo syntetic .

Klasifikasi Dinding Penahan

Berdasarkan bentuk dan penahanan terhadap tanah, dinding penahan dapat klasifikasikan ke dalam tiga bentuk, yakni: (1) dinding gravity, (2) dinding semi gravity dan (3) dinding non gravity. Dinding gravity merupakan dinding penahan tanah yang mengandalkan berat bahan sebagai penahan tanah umumnya berupa pasangan batu atau bronjong batu (gabion).

Dinding semi gravity selain mengandalkan berat sendiri, memanfaatkan berat tanah tertahan untuk kestabilan struktur. Sedangkan dinding non gravity mengandalkan konstruksi dan kekuatan bahan untuk kestabilan.

Tekanan Lateral Tanah

Untuk dapat memperkirakan dan menghitung kestabilan dinding penahan, diperlukan menghitung tekanan ke arah samping (lateral). Karena massa tanah berupa butiran, maka saat menerima tegangan normal (σ) baik akibat beban yang diterima tanah maupun akibat berat kolom tanah di atas kedalaman atau duga tanah yang kita tinjau, akan menyebabkan tekangan tanah ke arah tegak lurus atau ke arah samping. Tegangan inilah yang disebut sebagai tegangan tanah lateral (lateral earth pressure). Tengangan tanah akibat kolom tanah tersebut merupakan besaran tegangan efektif (σeff) yang sebanding dengan γ H. Pengetahuan tentang tegangan lateral ini diperlukan untuk pendekatan perancangan kestabilan.

Tekanan tanah lateral dibedakan menjadi tekanan tanah lateral aktif dan tekanan lateral pasif. Tekanan lateral aktif adalah tekanan lateral yang ditimbulkan tanah secara aktif pada struktur yang kita selenggarakan. Sedangkan tekanan lateral pasif merupakan tekanan yang timbul pada tanah saat menerima beban struktur yang kita salurkan pada secara lateral. Besarnya tekanan tanah sangat dipengaruhi oleh fisik tanah, sudut geser, dan kemiringan tanah terhadap bentuk struktur dinding penahan. Ilustrasi tekanan tanah dapat ditunjukkan pada Gambar
Gambar Ilustrasi untuk Perhitungan Tekanan Lateral Tanah

Besaran tekanan tanah lateral sebagaimana diilustrasikan pada Gambar dapat di selesaikan menurut persamaan .

P = γH2K/2

Dimana:
P = Besaran gaya lateral dalam (Kips/ft atau Ton/m)
γ = Berat isi tanah ( kips/ft3 atau tan/m3)
H = Ketinggian dinding (ft atau m)
K = Koefisien tekanan tanah aktif atau pasif
 

Kp = 1/Ka


Tabel Koefisien Tekanan lateral Tanah Aktif untuk Gambar

  
GambarMacam-macam bahan dan bentuk struktur dinding penahan tanah : 
(a) gravity, (b) cantilever, (c) dinding dengan jangkar 

Kestabilan Dinding Penahan Tanah
   
Kestabilan Geser Dinding Penahan 

Kestabilan terhadap Guling (Dinding Penahan Tanah)
Dinding Tanah Distabilisasi secara Mekanis (Mechanically Stabilized Earth Wall/MSE) 
Struktur Dinding dengan Paku

Selengkapnya tentang PONDASI 


Pertanyaan pemahaman:
18. Sebutkan jenis-jenis tanah menurut perbedaan fisiknya berkaitan untuk kepentingan teknik bangunan?
19. Sebutkan dan jelaskan macam-macam uji tanah yang diperlukan untuk teknik bangunan?
20. Sebutkan dan jelaskan macam-macam jenis pondasi yang banyak digunakan?
21. bagaimanakah menghitung batas daya dukung tanah untuk pondasi dangkal?
22. Apakah fungsi struktur dinding penahan tanah?
23. Sebutkan dan jelaskan macam-macam struktur dinding penahan tanah yang banyak digunakan?

Tugas pendalaman:
Cari sebuah contoh hasil pengujian tanah dari sebuah proyek bangunan.
Periksa dan hitung kembali tegangan efektif tanah, tegangan tanah, tegangan geser.


Pondasi


Terdapat berbagai bentuk dan bahan pondasi yang saat ini diterapkankan untuk mendukung bangunan. Bahan pondasi umumnya dibuat dari bahan yang tahan terhadap umur dan pengaruh tanah dimana pondasi tersebut di pasang. Secara umum dapat di golongkan menjadi pondasi dangkal dan pondasi dalam. Walau belum ada rekomendasi yang tepat tentang batasan kedalaman pondasi, untuk keperluan praktis, pondasi dengan kedalaman; 2.50 meter merupakan pondasi dangkal. Pondasi dapat berbentuk umpak (footing), pondasi memanjang (strip) maupun pondasi pancang.
 
Gambar (a) Pondasi dinding, (b) Telapak kolom dan (c) Telapak dinding

Pondasi dangkal yang paling sederhana adalah pondasi umpak dari bahan pasangan maupun dari beton. Untuk menahan beban bangunan relatif ringan, pondasi umpak ini cukup kuat dan dapat diselenggarakan
pada permukaan tanah. Sedangkan untuk pondasi dalam tiang dapat berupa pondasi pancang dari bahan kayu, beton ataupun baja, hingga pondasi sumuran. Bentuk-bentuk pondasi ditunjukkan pada Gambar.

Pondasi telapak (Footing Foundation) 
Pondasi Dalam: Pondasi Tiang dan Sumuran
Daya Dukung Tanah untuk Pondasi Dangkal
Dinding Penahan (Retaining Wall): Tekanan Lateral Tanah dan Struktur Penahan Tanah

MODEL STATIK Pembebanan pada Struktur

MODEL STATIK.

Karena rumitnya analisis dinamis, model statis untuk merepresentasikan gaya gempa sangat berguna. Untuk tujuan desain berbagai model statis sering digunakan. Persamaan yang umum digunakan pada peraturan bangunan untuk menentukan gaya desain gempa, misalnya, adalah yang berbentuk:

V = ZTKCSW

Dalam persamaan ini
V adalah geser statis total pada dasar struktur,
W adalah beban mati total pada gedung,
C adalah koefisien yang bergantung pada periode dasar gedung (T),
Z adalah faktor yang bergantung pada lokasi geografi gedung serta kemungkinan aktivitas dan intensitas gempa dilokasi yang bersangkutan,

K adalah faktor yang bergantung pada jenis struktur dan konstruksi yang digunakan (terutama berkaitan dengan daktilitas dan kekakuan relatif),
I adalah koefisien keutamaan yang bergantung pada jenis penggunaan gedung,
S adalah koefisien yang bergantung pada (antara lain) hubungan antara periode alami gedung dan periode alami tanah tempat gedung tersebut dengan menggunakan persamaan berbentuk T
= 0,05H/√ D dengan D adalah dimensi struktur dalam arah
sejajar dengan gaya yang bekerja dan H adalah tinggi bagian utama gedung di atas dasar (dalam ft). Koefisien C mempunyai bentuk C = 15 / √T ≤ 0,12.

Semua persamaan dan faktor ditentukan secara empiris. Gaya geser V yang didapat dengan menggunakan evaluasi faktor-faktor tersebut didistribusikan pada berbagai tingkat gedung dengan menggunakan metode-metode yang ada sehingga menjadi beban lateral di tiap tingkat.

Permasalahan gempa untuk bangunan di Indonesia, secara lebih rinci terdapat dalam SNI 03-1726-2002: Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah dan Gedung. Beban gempa yang nilainya ditentukan oleh 3 hal, yaitu oleh besarnya probabilitas beban itu dilampaui dalam kurun waktu tertentu, oleh tingkat daktilitas struktur yang mengalaminya dan oleh kekuatan lebih yang terkandung di dalam struktur tersebut.

Menurut Standar ini, peluang dilampauinya beban tersebut dalam kurun waktu umur gedung 50 tahun adalah 10% dan gempa yang menyebabkannya disebut Gempa Rencana (dengan perioda ulang 500 tahun), tingkat daktilitas struktur gedung dapat ditetapkan sesuai dengan kebutuhan, sedangkan faktor kuat lebih f1 untuk struktur gedung secara umum nilainya adalah 1,6. Dengan demikian, beban gempa nominal adalah beban akibat pengaruh Gempa Rencana yang menyebabkan terjadinya pelelehan pertama di dalam struktur gedung, kemudian direduksi dengan faktor kuat lebih f1.

Apabila Ve adalah pembebanan maksimum akibat pengaruh Gempa Rencana yang dapat diserap oleh struktur gedung elastik penuh dalam kondisi di ambang keruntuhan dan Vy adalah pembebanan yang menyebabkan pelelehan pertama di dalam struktur gedung, maka berlaku hubungan sebagai berikut:
di mana μ adalah faktor daktilitas struktur gedung.
Apabila Vn adalah pembebanan gempa nominal akibat pengaruh  Gempa Rencana yang harus ditinjau dalam perencanaan struktur gedung, maka berlaku hubungan sebagai
f1 adalah faktor kuat lebih beban dan bahan yang terkandung di dalam struktur gedung dan nilainya ditetapkan sebesar f1 = 1,6.
− R adalah faktor reduksi gempa untuk struktur gedung yang berperilaku elastik penuh, R = 1,6.
Nilai R untuk berbagai nilai ì yang bersangkutan dicantumkan Tabel berikut.
Parameter daktilitas dan reduksi untuk struktur gedung
Sumber: SNI 03-1726-2002



Pembebanan pada Struktur

Selengkapnya tentang Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur



Klasifikasi Struktur

Untuk dapat memahami suatu bidang ilmu termasuk struktur bangunan, maka pengetahuan tentang bagaimana kelompok-kelompok dalam struktur dibedakan, diurutkan, dan dinamakan secara sistematis sangat diperlukan. Pengetahuan tentang kriteria dan kemungkinan hubungan dari bentuk-bentuk menjadi dasar untuk mengklasifikasikan struktur bangunan. Metode umum yang sering digunakan adalah mengklasifikasikan elemen struktur dan sistemnya menurut bentuk dan sifat fisik dasar dari suatu konstruksi.



Klasifikasi struktur berdasarkan geometri atau bentuk dasarnya:

• Elemen garis atau elemen yang disusun dari elemen-elemen garis, adalah klasifikasi elemen yang panjang dan langsing dengan potongan melintangnya lebih kecil dibandingkan ukuran panjangnya. Elemen garis dapat dibedakan atas garis lurus dan garis lengkung.

• Elemen permukaan adalah klasifikasi elemen yang ketebalannya lebih kecil dibandingkan ukuran panjangnya. Elemen permukaan, dapat berupa datar atau lengkung. Elemen permukaan lengkung bisa berupa lengkung tunggal ataupun lengkung ganda

Klasifikasi struktur berdasarkan karakteristik kekakuannya elemennya:

• Elemen kaku, biasanya sebagai batang yang tidak mengalami perubahan bentuk yang cukup besar apabila mengalami gaya akibat beban-beban.


• Elemen tidak kaku atau fleksibel, misalnya kabel yang cenderung berubah menjadi bentuk tertentu pada suatu kondisi pembebanan. Bentuk struktur ini dapat berubah drastis sesuai perubahan pembebanannya. Struktur fleksibel akan mempertahankan keutuhan fisiknya meskipun bentuknya berubah-ubah.

Berdasarkan susunan elemen, dibedakan menjadi 2 sistem :
• Sistem satu arah, dengan mekanisme transfer beban dari struktur untuk menyalurkan ke tanah merupakan aksi satu arah saja. Sebuah balok yang terbentang pada dua titik tumpuan adalah contoh sistem satu arah.
• Sistem dua arah, dengan dua elemen bersilangan yang terletak di atas dua titik tumpuan dan tidak terletak di atas garis yang sama. Suatu pelat bujur sangkar

Berdasarkan material pembentuknya, dibedakan:
• Struktur kayu
• Struktur baja
• Struktur beton, dll



 Elemen-elemen Utama Struktur


Sejarah Perkembangan Sistem Struktur
Selengkapnya tentang: Elemen-elemen Sistem Struktur Bangunan 

Teknik Struktur Bangunan dengan Konstruksi Beton

 http://www.omasae.com/2015/02/jasa-perbaikan-rumah-dan-pembangunan.html

Teknik Struktur Bangunan dengan Konstruksi Beton


Beton merupakan bahan komposit dari agregat bebatuan dan semen sebagai bahan pengikat, yang dapat dianggap sebagai sejenis pasangan bata tiruan karena beton memiliki sifat yang hampir sama dengan bebatuan dan batu bata (berat jenis yang tinggi, kuat tekan yang sedang, dan kuat tarik yang kecil). Beton dibuat dengan pencampuran bersama semen kering dan agregrat dalam komposisi yang tepat dan kemudian ditambah dengan air, yang menyebabkan semen mengalami hidrolisasi dan kemudian seluruh campuran berkumpul dan mengeras untuk membentuk sebuah bahan dengan sifat seperti bebatuan.

Beton mempunyai satu keuntungan lebih dibandingkan dengan bebatuan, yaitu bahwa beton tersedia dalam bentuk semi cair selama proses pembangunan dan hal ini mempunyai tiga akibat penting:

pertama, hal ini berarti bahwa bahan-bahan lain dapat digabungkan ke dalamnya dengan mudah untuk menambah sifat yang dimilikinya. Baja yang terpenting dari baja-baja lainnya adalah baja dalam bentuk batang tulangan tipis yang memberikan kepada bahan komposit yakni beton bertulang kekuatan tarik dan kekuatan lentur selain kekuatan tekan.

Kedua, tersedianya beton dalam bentuk cairan membuatnya dapat dicetak ke dalam variasi bentuk yang luas.

Ketiga, proses pencetakan memberikan sambungan antar elemen yang sangat efektif dan menghasilkan struktur yang menerus yang meningkatkan efisiensi struktur

Beton bertulang selain memiliki kekuatan tarik .juga memiliki kekuatan tekan dan karena itu cocok untuk semua jenis elemen struktur termasuk elemen struktur yang memikul beban jenis lentur. Beton bertulang juga merupakan bahan yang kuat, dengan demikian beton dapat digunakan pada berbagai bentuk struktur seperti pada rangka kerja di mana diperlukan bahan yang kuat dan elemen-elemen yang ramping. Beton bertulang juga dapat digunakan untuk membuat struktur bentang panjang, struktur yang tinggi, dan struktur bangunan bertingkat banyak.

dari buku sekolah

Sifat dan Karakteristik Beton sebagai Material Struktur Bangunan

Sifat dan Karakteristik Beton sebagai Material Struktur Bangunan

Kuat Tekan Beton
Kekuatan tekan (f’c) merupakan salah satu kinerja utama beton. Kekuatan tekan adalah kemampuan beton untuk menerima gaya tekan per satuan luas, dan dinyatakan dengan Mpa atau N/mm2. Walaupun dalam beton terdapat tegangan tarik yang sangat kecil, diasumsikan bahwa semua tegangan tekan didukung oleh beton tersebut. Penentuan kuat tekan dapat dilakukan dengan alat uji tekan dan benda uji berbentuk silinder dengan prosedur uji ASTM C-39 pada umum benda uji 28 hari.
Kuat tekan beton ditetapkan oleh perencana struktur (dengan benda uji berbentuk silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm), untuk dipakai dalam perencanaan struktur beton, Berdasarkan SNI 03-2847-2002, beton harus dirancang sedemikian hingga menghasilkan kuat tekan sesuai dengan aturan-aturan dalam tata cara tersebut dan tidak boleh kurang daripada 17,5 Mpa.

Kemudahan Pengerjaan
Kemudahan pengerjaan beton juga merupakan karakteristik utama yang juga dipertimbangkan sebagai material struktur bangunan. Walaupun suatu struktur beton dirancang agar mempunyai kuat tekan yang tinggi, tetapi jika rancangan tersebut tidak dapat diimplementasikan di lapangan karena sulit untuk dikerjakan maka rancangan tersebut menjadi percuma.

 

Rangkak dan Susut
Setelah beton mengeras, maka beton akan mengalami pembebanan. Pada kondisi ini maka terbentuk suatu hubungan tegangan dan regangan yang merupakan fungsi dari waktu pembebanan. Beton akan menunjukan sifat elastisitas murni jika mengalami waktu pembebanan singkat, jika tidak maka beton akan mengalami regangan dan tegangan sesuai lama pembebanannya.

Rangkak (creep) adalah penambahan regangan terhadap waktu akibat adanya beban yang bekerja. Rangkak timbul dengan intensitas yang semakin berkurang setelah selang waktu tertentu dan kemudian berakhir setelah beberapa tahun. Nilai rangkak untuk beton mutu tinggi akan lebih kecil dibandingkan dengan beton mutu rendah. Umumnya, rangkak tidak mengakibatkan dampak langsung terhadap kekuatan struktur, tetapi akan mengakibatkan redistribusi tegangan pada beban yang bekerja dan kemudian mengakibatkan terjadinya lendutan (deflection).

Susut adalah perubahan volume yang tidak berhubungan dengan beban. Proses susut pada beton akan menimbulkan deformasi yang umumnya akan bersifat menambah deformasi rangkak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya rangkak dan susut:
– Sifat bahan dasar beton (komposisi dan kehalusan semen, kualitas adukan, dan kandungan mineral dalam agregat)
– Rasio air terhadap jumlah semen
– suhu pada saat pengerasan
– Kelembaban nisbi pada saat proses penggunaan
– Umur beton pada saat beban bekerja
– Nilai slump
– Lama pembebanan
– Nilai tegangan
– Nilai rasio permukaan komponen struktur

Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran- Termometer Celsius, Fahrenheit, Kelvin



Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran- Termometer Celsius, Fahrenheit, Kelvin

http://www.omasae.com/2015/02/jasa-perbaikan-rumah-dan-pembangunan.html1. Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan. Sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka disebut besaran, sedangkan pembanding dalam suatu pengukuran disebut satuan.
Satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang sama atau tetap untuk semua orang disebut satuan baku, sedangkan satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang tidak sama untuk orang yang berlainan disebut satuan tidak baku.
2. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu. Besaran yang dapat diukur dan memiliki satuan disebut besaran fisika. Besaran yang tidak dapat diukur dan tidak memiliki satuan merupakan sesuatu yang tidak termasuk besaran fisika. Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diperoleh dari besaran pokok.

3. Pertimbangan satuan yang baik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut: satuan selalu tetap, artinya tidak mengalami perubahan karena pengaruh apapun; bersifat internasional, artinya dapat dipakai di seluruh negara; mudah ditiru bagi setiap orang yang akan menggunakannya.

4. Alat ukur panjang yang biasa dipakai antara lain mistar, jangka sorong dan mikrometer sekrup. Alat yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda adalah neraca. Berbagai jenis neraca yang biasa digunakan adalah neraca batang antara lain : neraca sama lengan, neraca tiga lengan (O’hauss – 2610 dapat mengukur massa sampai 2.610 kg dengan ketelitian 0,1 gram ), neraca empat lengan (O’hauss – 311 dapat mengukur massa sampai 310 gram dengan ketelitian 0,01 gram). Alat ukur waktu yang biasa dipakai adalah jam atau stopwatch.

5. Suhu adalah ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda.

6. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu benda dengan tepat dan menyatakannya dengan angka disebut termometer.

7. Beberapa keuntungan air raksa sebagai pengisi termometer, antara lain :
    a. Air raksa tidak membasahi dinding pipa kapiler, sehingga pengukurannya
    menjadi teliti.
    b. Air raksa mudah dilihat karena mengkilat.
    c. Air raksa cepat mengambil panas dari suatu benda yang sedang diukur.
    d. Jangkauan suhu air raksa cukup lebar, karena air raksa membeku pada suhu – 40 0C dan mendidih pada suhu 360 0 C.
    e. Volume air raksa berubah secara teratur.
8. Selain beberapa keuntungan, ternyata air raksa juga memiliki beberapa kerugian, antara lain:
    a. Air raksa harganya mahal.
    b. Air raksa tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu yang sangat rendah.
    c. Air raksa termasuk zat beracun sehingga berbahaya apabila tabungnya pecah.
9. Keuntungan menggunakan alkohol sebagai pengisi termometer, antara lain :…….

ENTREPRENEURSHIP TEST (Jawaban)



ENTREPRENEURSHIP TEST (Jawaban)


http://www.omasae.com/2015/02/jasa-perbaikan-rumah-dan-pembangunan.htmlJAWABAN:
1. Memanfaatkan semua indra dan sumber daya serta sumber informasi baik dari dalam perusahaan, maupun dari luar perusahaan, dari buku maupun internet, dan sumber ilmu dan pengetahuan yang lain untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya demi kemajuan dan perbaikan perusahaan, baik dalam bentuk sistemnya, proses kerja perusahaan, maupun hal lain yang menunjang kegiatan perusahaan.
Memberitahukan hal-hal yang dapat mengganggu jalannya perusahaan dan hal-hal yang dapat meningkatkan kemajuan perusahaan, serta mengusulkan tindakan-tindakan yang lebih baik untuk perusahaan, setelah menganalisanya.
Meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, sehingga dapat membaca dan memanfaatkan peluang apapun dan bahkan memanfaatkan apapun yang ada untuk menjadi peluang serta mengoptimalkan peluang itu untuk keuntungan perusahaan.
.
2. Memperhatikan setiap informasi yang datang dari customer baik saat di lokasi perusahaan atau saat terjadi kontak lain baik di jam kerja atau dalam kesempatan apapun dan kapanpun, segera mengatasi dan memberikan solusi kepada customer, kemudian mencatat dan melaporkan kepada atasan mengenai hal yang penting, sehubungan dengan layanan terhadap konsumen serta hal lain yang menyangkut pemasaran dan proses perusahaan yang lain.
Memenuhi dan melayani segala kebutuhan dan keinginan customer secara langsung dan cepat sesuai dengan tanggung jawab dan wewenang, dan jika perlu tindakan lain, maka diusulkan pada atasan, manajemen, atau pada saat rapat manajemen.
.
3. Setiap permasalahan tentu ada sebab dan ada jalan untuk mengatasi dan memperbaikinya. Kita harus mencari sumber masalah dan semua hal yang terkait dengan masalah itu, mencari sebanyak mungkin dan selengkap mungkin pengetahuan dan informasi serta catatan pengalaman baik dari diri sendiri atau orang lain dalam menghadapi masalah itu untuk diambil pelajaran, sehingga kita dapat menganalisa dengan sebaik mungkin, lalu mengatasi dan memecahkannya dengan sebaik mungkin.
Ada masalah yang dapat diselesaikan sendiri ada juga masalah yang harus dipecahkan bersama, atau diputuskan oleh yang lebih berwenang (atasan). Ada masalah yang bisa diatasi saat itu juga, ada masalah yang perlu waktu untuk bisa selesai. Yang penting jangan ada masalah yang terabaikan dan semua harus diselesaikan secepat mungkin dan sebaik mungkin.
Mencatat segala hal yang penting yang terkait dengan masalah itu, dari sumber hingga pemecahannya, sehingga kita dapat mengantisipasi jika ada masalah yang sama atau yang ada hubungannya dengan masalah itu. Menganalisa dan mengevaluasi perbaikan yang telah kita lakukan itu, dan mencari hal lain yang lebih baik, serta mendokumentasikannya. Melakukan tindakan pencegahan sesuai prosedur, dan menganalisa tindakan itu untuk mendapatkan yang lebih baik serta mendokumentasikannya.
.
4. Memperinci dan menganalisa setiap pilihan yang ada serta semua faktor-faktornya lalu memberikan penilaian pada setiap kemungkinan itu dengan memanfaatkan semua data yang ada serta mencoba memasukkan data lain yang mungkin, sehingga informasi yang kita dapat, selengkap mungkin, lalu kita bisa menentukan pilihan yang terbaik saat itu. Menganalisa dan menentukan pilihan itu harus dilakukan secepat mungkin dan melakukan tindakan dengan secepatnya pula, lalu mengevaluasi tindakan kita itu, dan membuat perbaikan dan persiapan antisipasi jika ada persoalan yang sama di waktu mendatang. Dalam memecahkan persoalan operasional harus semaksimal mungkin memanfaatkan sumber daya yang ada dan memaksimalkan cara dan sistem, dan terus-menerus melakukan perbaikan.
.
5. Kita harus menentukan target yang besar dan berusaha keras untuk mencapainya dengan mengelola hambatan yang ada dan menciptakan peluang untuk mencapai target yang lebih besar lagi. Dengan waktu yang terbatas, kita dapat memberikan hasil yang lebih besar dan lebih banyak dengan meningkatkan kemampuan kita, serta membuat dan menciptakan cara dan sistem yang lebih efektif dan efisien. Memanfaatkan peralatan yang ada, semaksimal mungkin, serta membuat alat, cara, dan sistem yang dapat memudahkan dan mempercepat kerja kita, serta membantu menjadi lebih baik, lebih benar dan lebih efektif. Jika kita punya tenaga yang membantu kita dalam memenuhi target dan tanggung jawab kita, maka kita harus melatih dia agar dapat melakukan tugas dengan lebih baik, lebih benar, lebih cepat dan lebih efektif. Semua hal itu dilakukan secara konsisten dan terus melakukan peningkatan.
.
6. Setiap bawahan kita harus tahu, bahwa hal yang paling berharga yang telah kita tukarkan dengan gaji yang diberikan perusahaan adalah waktu kita. Jadi manfaatkan waktu kita itu semaksimal mungkin dan seefektif mungkin untuk kemajuan kita bersama. Apakah kita bekerja dengan baik atau buruk, sama saja waktu yang telah kita berikan untuk perusahaan, maka bekerja sebaik mungkin agar perusahaan mendapat kemajuan yang maksimal, dan kemungkinan besar, kita juga mendapat imbalan yang lebih baik. Untuk mendapatkan produktifitas yang paling baik dan paling besar adalah dengan melakukan pekerjaan dengan cara yang paling baik dan paling benar. Memanfaatkan alat dan sistem yang paling efektif, yang sesuai dengan tugas yang diberikan. Setelah menguasai dan memanfaatkan semua tugas dengan benar, bukan hanya meningkatkan kemampuan pribadi, namun juga harus mampu menganalisa cara, alat dan sistem kerja dan mengusulkan yang lebih baik.
Dengan terus melakukan perbaikan dan kemajuan, maka kita juga akan mendapatkan kebaikan, dan akan lebih semangat untuk menjalani kegiatan kita sehari-hari. Tunjukkan tugas dan tanggung jawab bawahan kita secara jelas, tunjukkan kerja sama dan penghargaan secara jelas pula. Tugas ini adalah penting, yang menyelesaikan tugas itu, yakni bawahan kita, juga penting, dan patut mendapat terima kasih dari kita.
.
7. Kita harus menentukan tanggung jawab dan wewenang semua bawahan kita dengan jelas, terperinci dan fleksibel. Kita juga harus bisa mengukur dan mengetahui beban pekerjaan serta memperkirakan dengan tepat, waktu yang diperlukan dalam melakukan setiap pekerjaan. Kemudian memberikan tugas dan tanggung jawab pada anak buah dalam melaksanakan setiap ide dan target sesuai kemampuan dia, atau melatihnya agar dapat mencapai kemampuan dalam melaksanakan tugas itu, dan memberikan target hasil dan waktu penyelesaian secara jelas. Mengontrol, mengawasi, melatih, dan menunjukkan cara dan sistem yang paling baik dalam melaksanakan setiap tugas, dan menerima masukkan dari mereka untuk cara dan sistem kerja yang lebih baik. Mengajak mereka mengevaluasi kemampuan diri sendiri dan tim, cara kerja, peralatan, dan sistem, serta perbaikan dan pencegahan yang telah kita lakukan, untuk peningkatan produktifitas dan efektifitas kerja di waktu mendatang.
Sangat penting menghormati pendapat, ide dan masukan dari setiap orang, termasuk bawahan kita, dan memberikan kesempatan untuk mencoba dan bertanggung jawab atas pekerjaannya, namun tetap membantu dan mengarahkan pada cara dan sistem yang lebih baik, dalam suasana saling menghormati.
.
8. Penting sekali untuk mendata secara terperinci sumber daya yang kita punya, mencatat, dan menganalisanya, mulai dari kemampuan diri sendiri, kemampuan semua anak buah, peralatan yang ada, sistem yang ada, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis, otomatisasi yang ada, kondisi lingkungan kerja, departemen lain yang terkait, perkembangan perusahaan, perkembangan teknologi, perkembangan lingkungan mikro dan makro, serta sumber informasi, lalu memanfaatkan segala hal itu, yang mungkin, untuk menunjang tugas dan tanggung jawab kita serta membantu bagian lain dan perusahaan secara keseluruhan untuk kemajuan bersama. Untuk mencapai target jangka pendek, harus bisa memanfaatkan segala sumber daya yang terjangkau yang dalam wewenang kita secara efektif untuk hasil kerja yang sebaik mungkin dan secepat mungkin.
Semua sumber daya yang ada harus dirawat, diperbaiki, dan dioptimalkan fungsinya, dan bahkan dicari cara untuk menambah fungsinya. Untuk efisiensi dan efektifitas secara keseluruhan, perlu juga mempertimbangkan untuk penambahan sumber daya atau menguranginya, dengan terlebih dulu menganalisa dan menilai semua faktor yang terkait.
.
9. Memanfaatkan semua media kontak mulai dari pertemuan dengan tamu secara langsung, kunjungan, telpon, fax, email, short messenger, video & audio call/messenger, website, jejaring sosial, iklan, brosur, media masa, dan lainnya yang mungkin, untuk kepentingan perusahaan dan untuk menjaga komunikasi yang baik dengan setiap orang yang berhubungan dengan perusahaan, baik customer, suplier, penanam modal, bank, pihak pemerintah, tetangga perusahaan, rekan sesama anggota organisasi yang diikuti oleh perusahaan, institusi pendidikan, dan masyarakat umum. Memanfaatkan semua itu untuk menjaga pelanggan dan menambah jaringan untuk mencapai pelanggan yang lebih luas, nama perusahaan lebih terkenal, dan untuk meningkatkan nilai dan image perusahaan.

Material Penyusun Beton bertulang

Material Penyusun Beton bertulang


Beton adalah suatu komposit dari beberapa bahan batu-batuan yang direkatkan oleh bahan-ikat. Beton dibentuk dari agregat campuran (halus dan kasar) dan ditambah dengan pasta semen. Pada prinsipnya pasta semen mengikat pasir dan bahan-bahan agregat lain (batu kerikil, basalt dan sebagainya). Rongga di antara bahan-bahan kasar diisi oleh bahan-bahan  halus. Hal ini memberi gambaran bahwa harus ada perbandingan optimal antara agregat campuran yang bentuknya berbeda-beda agar pembentukan beton dapat dimanfaatkan oleh seluruh material.
.
Material penyusun beton secara umum dibedakan atas:
− semen: bahan pengikat hidrolik,
− agregat campuran: bahan batu-batuan yang netral (tidak bereaksi) dan merupakan bentuk sebagian besar beton (misalnya: pasir, kerikil, batu-pecah, basalt);
− air
− bahan tambahan (admixtures) bahan kimia tambahan yang ditambahkan ke dalam spesi-beton dan/atau beton untuk mengubah sifat beton yang dihasilkan (misalnya; ‘accelerator’, ‘retarder’ dan sebagainya
.
Sedangkan produk campuran tersebut dibedakan atas:
− batuan-semen: campuran antara semen dan air (pasta semen) yang mengeras
− spesi-mortar: campuran antara semen, agregat halus dan air yang belum mengeras;
− mortar: campuran antara semen, agregat halus dan air yang telah mengeras;
− spesi-beton: campuran antara semen, agregat campuran (halus dan kasar) dan air yang belum mengeras;
− beton: campuran antara semen, agregat campuran dan air yang telah mengeras;

Program AutoCAD – Pelajaran Teknik Gambar

Program AutoCAD – Pelajaran Teknik Gambar

Seiring dengan lajunya perkembangan informasi dan teknologi, saat ini hampir semua bidang pekerjaan memanfaatkan komputer sebagai alat bantu. Demikian pula dalam bidang teknik, perangkat lunak komputer sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses dan mendapatkan hasil pekerjaan yang akurat. Tuntutan dunia usaha/dunia industri yang selalu berkembang dan persaingan dalam produk dan jasa menciptakan peluang munculnya teknologi baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Suatu perusahaan pembuat perangkat lunak di Amerika, AUTODESK telah menciptakan perangkat lunak untuk membantu perancangan yaitu Computer Aided Design (CAD). Perangkat lunak tersebut adalah AUTOCAD, yang saat ini telah banyak digunakan dalam berbagai bidang teknik, antara lain gambarArsitektur, Mesin, Automotif, Survai dan Pemetaan dan sebagainya.
Dewasa ini AutoCAD adalah salah satu dari perangkat lunak CAD yang terbanyak digunakan oleh Dunia Usaha/Dunia Industri maupun perorangan. Hal ini disebabkan karena perangkat lunak ini menawarkan berbagai kemudahan dalam menggambar, baik gambar 2 dimensi maupun 3 dimensi secara akurat dan memiliki sekian banyak fasilitas untuk mempercepat proses menggambar. Selain itu karena AutoCAD adalah perangkat lunak CAD yang pertama dan yang dapat dijalankan pada PC (Personal Computer). AutoCAD telah dijadikan standar perangkat lunak untuk IBM PC, sehingga hardware-hardware penunjangnya (Plotter, Digitiser dan lain-lain) selalu menyediakan driver untuk AutoCAD. Dan sekarang telah banyak dibuat perangkat lunak pembantunya (Third Party Software), yang menjadikan fungsi AutoCAD lebih spesifik dengan bidang teknik tertentu.
Salah satu perusahaan pembuat perangkat lunak pembantu AutoCAD yang selalu mengikuti perkembangan AutoCAD adalah SOFTDESK, produknya antara lain adalah perangkat lunak pembantu AutoCAD untuk pembuatan gambar Arsitektur dalam modul Arsitektural, Konstruksi Dalam Modul Struktural, dan Modul Civil Survey untuk pembuatan peta kontur. Perangkat-perangkat lunak tersebut dijalankan didalam AutoCAD dan masih banyak lagi Third Party Software yang telah beredar di  pasaran.
Dari pertama dikeluarkan AutoCAD Release 1, Desmber 1982 Release 12, Juni 1992 , Release 13 , Desember 1995 hingga sekarang Release 2008, telah banyak memberikan kontribusinya terhadap perkembangan rancang bangun bidang teknik, maka sudah menjadi kebutuhan kita dalam bidang pekerjaan teknik sekaligus untuk mengantisipasi tuntutan dunia usaha dan dunia industri saat ini.
Dalam buku ini akan banyak digunakan perintah standar yang memungkinkan bila ada perkembangan baru lagi tidak terlalu kesulitan untuk mengikutinya, karena pada dasarnya perintah dasarnya antara release awal dan terakhir sama saja, hanya untuk versi baru ditambah kemudahan-kemudahan dalam pengoperasiannya.
Kini program AutoCAD tampil dengan sistem full windows, hal ini menyebabkan semakin mudahnya pengguna untuk menggunakan program AutoCAD, sekalipun bagi pemula yang baru saat ini mengenal AutoCAD karena adanya icon-icon/tool bar yang mewakili suatu perintah, pada umumnya akan lebih mudah mengingat daripada harus mengetikan banyak perintah.
Pada dasarnya perintah-perintah pada program AutoCAD dikelompokkan menjadi 3, yaitu perintah-perintah gambar, perintah-perintah edit/modifikasi dan perintah-perintah bantu/ utilitas. Tidak semua perintah divisualisasikan dengan icon, tetapi pada umumnya untuk perintahprintah yang sangat sering digunakan disediakan icon-nya.
Berdasarkan pengalaman dari beberapa pelatihan yang telah dilaksanakan, metode penggabungan 3 kelompok perintah sekaligus melalui suatu job, lebih efektif daripada menguraikan 3 perintah tersebut secara parsial. Karena itu dalam buku ini akan terjadi gabungan antara perintah parsial dan perintah gabungan menjadi satu kesatuan. Untuk itu job atau tugas latihan disusun berdasarkan tingkat yang sederhana bertahap ke tingkat yang lebih rumit.
Sumber: Buku Sekolah