Arsitektur - Properti - Jual Rumah

jasa desain ruang dalam dan ruang luar. rumah, bangunan, perabot

PENGHAWAAN ALAMI



Penghawaan alami sangat diperlukan bagi suatu bangunan beserta para pengguna bangunan tersebut, karena selain pertimbangan efisiensi, juga kualitasnya masih jauh lebih baik dibandingkan dengan penghawaan buatan. Hal-hal yang alami memang sangat dibutuhkan untuk manusia pada saat ini, termasuk dalam melakukan aktifitasnya dalam suatu bangunan perkantoran. Adapun hal-hal yang sangat berkaitan dengan penghawaan alami adalah:
Perumahan Syariah di Gresik
-Pencahayaan
Yaitu kebutuhan penerangan pada suatu ruang yang kita buat, terutama untuk pemanfaatan penerangan dari cahaya alami, karena berhubungan dengan pembukaan.

-Kelembaban
Yaitu banyaknya uap air pada udara dalam ruangan.

-Luas bukaan
Bukaan pada ruangan yang memungkinkan adanya pergantian udara, dan masuknya cahaya. Bukaan dapat berupa pintu, jendela, jalusi, lubang angin atau lostos atau lupangan, dan lubang-lubang lain yang mungkin ada pada suatu ruangan.
Dalam perencanaan bangunan dihindari suatu ruang yang gelap dan pengap sehingga perlu adanya suatu penghawaan alami. Untuk itu perlu adanya penyelesaian dalam perencanaan yang baik dan sesuai dengan yang dibutuhkan serta semaksimal mungkin menggunakan sumber daya yang ada dari alam yang memang telah tersedia untuk kebutuhan manusia.
Pada kenyataannya, saat ini sulit didapatkan ruang terbuka yang cukup, terutama di kota besar atau daerah industri, untuk mendapatkan tangkapan udara segar agar dapat masuk ke dalam ruangan, karena semua lahan telah yang ada dimanfaatkan untuk bangunan, atau ruang tertutup. Apalagi adanya polusi udara pada daerah tempat bangunan itu berada. Untuk itu pemanfaatan lahan yang sempit untuk penghawaan alami sangat penting untuk dipikirkan dan diteliti agar dapat membantu kita dalam membuat desain bangunan arsitektur yang bagus dengan kenyamanan yang terjamin. Atau bagaimana memanfaatkan atau mengolah udara yang telah kotor dan berdebu sehingga masih dapat dimanfaatkan untuk penghawaan alami. Karena bagaimanapun juga dalam suatu ruangan yang misalnya telah menggunakan penghawaan buatan, masih tetap memerlukan pergantian udara.
Salah satu cara untuk mendapatkan penghawaan alami adalah dengan membuat bukaan pada atap yang kita buat. Untuk membuat bukaan pada atap ada banyak cara yang dapat kita gunakan, antara lain adalah seperti pada gambar-gambar berikut ini.
Dalam suatu bangunan di lingkungan yang produktif dimana lahan menjadi sangat mahal, sering semua tempat yang ada dipenuhi untuk bangunan demi efisiensi, demikian juga biaya untuk bangunan bertingkat sangat tinggi. Untuk dapat memanfaatkan sedikit lahan terbuka yang dapat digunakan pada seluruh ruangan yang ada, kita dapat membuat lahan terbuka di tengah-tengah bangunan. Dengan bukaan yang ada di tengah, maka dapat dimanfaatkan pada semua ruangan yang berada di kanan dan di kiri lahan terbuka tersebut.
Yang dimaksud dinding bernafas adalah dinding pembatas yang mempunyai lubang-lubang sehingga memungkinkan adanya aliran udara. Dinding bernafas sangat penting sebagai salah satu cara untuk mendapatkan adanya pergantian udara demi kenyamanan pada ruangan. Untuk mengarahkan aliran udara atau membelokkan arah angin, perlu memanfaatkan adanya perbedaan tekanan udara, yaitu dengan pemberian vegetasi atau dinding.
Pada daerah ini cenderung gelap dan pengap, maka untuk menyelesaikannya perlu dibuat dinding bernafas (dinding yang mempunyai banyak lubang-lubang), dan pembelokan aliran angin.

Lubang angin sudah sangat umum dipakai pada bangunan sebagai sarana untuk pergantian udara. Bahkan lubang ini juga sering dimanfaatkan untuk estetika, mendampingi pintu dan jendela.
Salah satu bentuk lubang angin adalah lostos atau lupangan, yang biasanya diletakkan di atas pintu atau jendela. Selain untuk keindahan, lubang ini dapat memasukkan atau mengeluarkan udara alami, sehingga ruangan yang ada di dalamnya menjadi segar dan sehat.
Salah satu cara yang paling mudah untuk mendapatkan aliran udara di dalam bangunan kita adalah dengan membuka dinding ke arah angin datang. Dalam keadaan demikian maka kita tinggal mengatur besar kecilnya pembukaan untuk mengalirkan udara ke dalam bangunan sehingga kita bisa mendapatkan tingkat kenyamanan yang sesuai dengan keinginan kita.
Tetapi adakalanya kita terpaksa menutup dinding ke arah datangnya angin. Dalam hal demikian maka kita bisa mengupayakan agar angin tersebut berbelok dari samping bangunan dan barulah kemudian kita masukkan ke dalam ruang-ruang dalam bangunan itu.
Angin yang terlalu kencang masuk ke dalam bangunan kita tentu saja akan terasa kurang nyaman bagi kita. Untuk itu kita dapat memperlambat kecepatan angin yang dimaksud dengan cara memasang tabir-perlambatan.

Oleh Texas Engineering Experiment Station, telah dilakukan penelitian tentang ventilasi silang dengan hasil sebagai gambar-gambar di bawah ini:
a. Tak ada arus, karena tak ada jalan keluar.
b. Lubang keluar sama luas dengan lubang masuk. Arus ventilasi yang terjadi baik untuk daerah kedudukan tubuh manusia. Lebih baik bila lubang keluar diperluas lagi.
c. Lubang masuk tinggi lubang keluar rendah, tidak baik, karena menimbulkan daerah udara-mati di bawah lubang masuk, yang justru merupakan tempat yang balk dan dibutuhkan oleh tubuh manusia
d. Lubang-lubang luas, ventilasi baik sekali.
Penambahan lubang keluar, memperbaiki situasi pada daerah tubuh manusia.
e. Pada lubang masuk diberikan semacam overstek dan angin langsung keluar lewat lubang sisi keluar.
f. Pada sisi keluar ditambahkan satu lubang di bagian bawah, dan terjadilah perbaikan aliran udara pada daerah tubuh manusia.
g. Dengan melepas sedikit overstek, aliran udara menjadi lebih baik lagi.
h. Dengan kasa-kasa ventilasi dapat lebih diperbaiki lagi.

Secara umum dapatlah disebutkan bahwa kecepatan aliran udara di dalam bangunan ditentukan antara lain oleh perbandingan besarnya lubang keluar terhadap lubang masuk. Makin besar angka perbandingan ini, semakin cepat aliran udara terjadi di dalam bangunan. Tentu saja juga harus dihindarkan adanya aliran yang terlalu keras karena hal demikian akan merupakan gangguan terhadap fungsi dan kenyamanan tubuh kita.

PERANCANGAN PERKANTORAN PADA ASPEK STRUKTUR


Menurut Erns Neufert bahwa, ada tiga elemen konstruksi yang mempengaruhi pola tata letak perkantoran, yakni: modul dinding penyekat, langit-langit, dan jendela. Untuk ini ada dua pilihan, yaitu dengan memadukan keseluruhan modul secara lengkap atau sebaliknya menghindari ketetapan modul yang ada.
Pengujian terhadap berbagai denah perkantoran adalah bagaimana sebaiknya suatu tingkatan ukuran-ukuran ruang kecil dapat disediakan (ukuran terkecil 7,4 m2). Bentang lebar ruang tunggal sebaiknya tidak lebih 6.000 m2, karena nantinya akan terbentuk ruang-ruang yang tidak bermanfaat di balik setiap ruang tersebut.
Mario Salvadori dan Matthys Levy, menjelaskan bahwa tujuan utama dari suatu struktur adalah untuk melingkupi atau membatasi suatu ruangan. Pertama-tama struktur dipengaruhi oleh beratnya sendiri yaitu beban mati, dan yang kedua adalah beban-beban akibat dari gaya-gaya atau kondisi-kondisi alam lainnya (seperti angin dan hujan, gempa bumi, atau perbedaan temperatur) dan oleh beban-beban yang terjadi dari pemakaian ruangan (seperti manusia, perabot, mesin dan lain-lain), disebut beban hidup.Elemen dasar struktur dan pemasangannya dapat dibedakan menjadi struktur kolom dan balok, struktur rangka/frame/portal, struktur rangka batang, struktur pelengkung, struktur plat satu arah dengan dua arah, struktur dinding (sheer wall, bata), struktur kubah/dome, struktur cangkang, struktur kabel. Dan yang menjadi parameter dalam pemilihan dan disain struktur adalah pertama kestabilan, keseimbangan, dan kekuatan, kedua fungsi dan estetikanya, dan yang ketiga adalah perhitungan ekonomis[21]Heinz Frick dan LMF. Purwanto, membagi sistem struktur menjadi [22]
1. Struktur kabel dan balon yang hanya mengalami gaya tarik
Yakni menggunakan bahan yang lentur (kabel), tenda (jaringan kabel), atau yang elastis (balon) untuk gaya tarik saja.
Struktur rangka batang dalam bidang maupun dalam ruang
Struktur batang yang hanya menerima gaya tekan atau gaya tarik saja karena penampang lintang terbatas. Yang termasuk kelompok ini antara lain rangka batang yang datar, rangka batang yang dilipat, dan rangka batang dalam ruang.
. Struktur bangunan berbentuk balok, pelat dinding, dan portal
Bidang struktur bangunan yang berdiri tegak dalam bentuk balok, pelat dinding atau portal dan yang menerima gaya dalam arah bidang saja. Yang termasuk kelompok ini antara lain balok tunggal, pelat dinding, pelat portal.
. Struktur bangunan pelat lantai, pelat lipat, dan cangkang
Yaitu struktur bangunan berbentuk pelat yang berbaring dan yang menerima beban dalam arah sejajar maupun berlawanan arah bidang tersebut.
. Struktur bangunan vertikal dan gaya tekan
Struktur bangunan yang kaku dan kukuh dengan menerima beban vertikal dengan perhatian atas gaya geser, puntir dan tekukan maupun momen jepitan dan sebagainya. Yang termasuk kelompok ini antara lain struktur dengan gaya tekan, struktur dengan gaya geser, dan struktur dengan gaya puntir.
Struktur bangunan berpengaruh pada masalah teknik dan estetika termasuk pembentukan ruang. Persoalan teknik adalah kekokohan gedung terhadap pengaruh luar maupun beban sendirinya yang bisa mengakibatkan perubahan bentuk atau bahkan robohnya gedung. Persoalan estetika merupakan persoalan arsitektur yang agak sulit ditentukan yaitu keindahan gedung secara keseluruhan, serta kualitas arsitektur. Struktur akan menentukan pembagian ruang-ruang dalam bangunan dan juga membentuk ruang luar dan ruang dalam.
Bahan struktur utama menggunakan beton bertulang, sehingga dapat menggunakan besi beton polos dan besi ulir hasil produksi sendiri, sedangkan cor betonnya dilakukan dengan pemilihan bahan di pasaran. Untuk bahan finishing digunakan bahan yang selain estetis namun juga paling tidak berfungsi untuk keawetan sistem struktur utama (pelindung).

..... Selengkapnya - FILOSOFI : PERANCANGAN PERKANTORAN PADA ASPEK ARSITEKTUR

Komponen Air Conditioner dan Prinsip Cara Kerjanya


Pilihlah rumah di antara tetangga yang baik

Komponen utama AC antara lain adalah evaporator, kompresor, kondensor, dan katup ekspansi.

Udara dalam ruang diturunkan suhunya dan kemudian udara sejuk/dingin tersebut didistribusikan ke seluruh ruang sehingga tercapai thermal comfort.

Pendinginan udara diperoleh dari proses pendinginan yang terjadi pada unit pendingin (evaporator) AC, di mana zat pendingin (refrigerant) diuapkan dalam evaporator yang kemudian dicairkan kembali dalam condensor unit.

Udara di dalam ruang dihisap oleh kipas sentrifugal yang terdapat pada evaporator. Pada evaporator terjadi penyerapan panas dari udara dalam ruang oleh refrigerant di dalam pipa/coil. Atau dengan kata lain, udara bersentuhan dengan pipa/coil evaporator yang di dalamnya berisi refrigerant (gas pendingin). Di sini terjadi perpindahan panas yang terkandung dalam udara kepada pipa/coil evaporator. Sehingga suhu udara saat meninggalkan AC menjadi relatif lebih dingin dari sebelumnya. Selanjutnya, panas udara yang diserap oleh piapa/coil evaporator tadi dibawa oleh refrigerant menuju condensor dengan bantuan/melalui kompresor.
Pada saat meninggalkan evaporator, suhu refrigerant bertambah. Hal ini disebabkan adanya penyerapan panas udara pada saat refrigerant di evaporator. Dan selain itu, akibat adanya perlakuan kompresor yang memberikan tekanan pada refrigerant yang dimaksudkan agar refrigerant dapat bersirkulasi, secara langsung dapat menaikkan suhu pada refrigerant, dan refrigerant menjadi panas. Dengan bantuan kipas propeler pada condensor, panas yang terkandung dalam refrigerant tersebut dibuang.

Setelah itu refrigerant meninggalkan condensor dengan suhu yang relatif lebih dingin dari sebelumnya dan kembali menuju evaporator yang sebelumnya melalui katup ekspansi terlebih dahulu untuk diturunkan tekanannya. Sehingga pada saat memasuki evaporator sudah seperti kondisi semula.Siklus ini terjadi terus-menerus. Dengan adanya fungsi thermostat, dapat diatur kondisi yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan atau seperti temperatur udara yang diinginkan.

Merencenakan Pembuatan Pintu dan Jendela




Pintu dan Jendela

A. Pendahuluan

 Pintu dan jendela merupakan konstruksi yang dapat bergerak, bergeraknya pintu atau jendela dipengaruhi oleh perletakan/penempatan, efisiensi ruang dan fungsinya. Dalam merencanakan pintu dan jendela, ada 4 (empat) hal yang harus dipertimbangkan, yaitu :

1. Matahari
 Pintu dan jendela merupakan sumber pengurangan dan penambahan panas, sehingga jendela dapat diletakkan di sisi sebelah timur dan/atau barat
2. Penerangan
 Untuk menghasilkan penerangan alami sebuah ruangan, dengan menempatkan jendela dekat sudut ruangan maka dinding didekatnya disinari cahaya akan memantulkan ke dalam ruangan.
3. Pemandangan
 Jendela sebaiknya ditempatkan untuk memberi bingkai pada pemandangan. Ketinggian ambang atas jendela sebaiknya tidak memotong pemandangan orang yang duduk ataupun berdiri di dalam ruangan, juga jangan sampai kerangka jendela membagi dua atau lebih suatu pemandangan.
4. Penampilan
 Jendela akan dapat mempengaruhi penampilan ekterior rumah/bangunan.

B. Persyaratan

 Syarat pintu dan jendela pada sebuah bangunan meliputi :
1. Bekerja dengan aman
2. Tahan cuaca, untuk mendapatkan ketahanan terhadap cuaca maka harus dipilih dari bahan yang baik, tidak mudah lapuk, tidak mudah mengalami kembang/susut (muai, melengkung)
3. Tidak ada celah/ cahaya yang tidak dikehendaki masuk, cuaca (suhu, udara) masuk ke dalam ruangan.
4. Kuat
5. Minimal ada 1(satu) buah jendela dalam sebuah ruangan.

C. Fungsi
 Fungsi pintu dan jendela dalam sebuah bangunan
1. Fungsi pintu
 Dalam kegiatan/komunikasi antar ruang maka pintu sangat dibutuhkan, demikian juga sarana lintas antara bagian dalam dan bagian luar bangunan.

2. Fungsi jendela
a. Penerangan alami ruangan
b. Pengatur suhu ruangan, sirkulasi angin
c. Melihat pemandangan/situasi luar bangunan


D. Jenis Pintu dan Jendela

 Pintu dan jendela biasanya dikelompokkan sesuai dengan bagaimana bukaannya, hal ini juga sangat erat hubungannya dengan jenis perangkat alat penggantung dan pengunci yang akan dipakai untuk melekatkan daun pintu/jendela pada rangkanya.

1. Jenis Pintu
 Dilihat dari cara membukanya daun pintu, pintu dibedakan menjadi :
a. Pintu sorong (slide a door) yang membukanya didorong horisontal ke kiri/kanan atau vertikal ke sisi atas, daun-daun pintu ini ditempatkan pada belakang rangka atau pada alat/rel, bagian jendela dapat dibuka penuh.
b. Pintu lipat, yang membukanya dengan cara didorong dan melipat di kanan/kiri, daun-daun pintu diletakan/digantung pada alat/rel, bagian pintu dapat dibuka ± 90%.
c. Pintu Gulung (roll a door), yang membukanya dengan cara digulung di atas, daun-daun pintu digulung pada alat, bagian pintu dapat dibuka penuh.
d. Pintu sayap tunggal/ganda, daun pintu digatung pada sisi dalam/luar rangka dengan alat/engsel.  Pintu ini dibedakan menjadi pintu kiri/pintu kanan. Untuk mengetahui perbedaan ini dengan cara pada saat kita berdiri dan punggung menempel pada alat penggantung, apabila bukaan daun pintu sesuai dengan gerakan membuka tangan kiri maka pintu tersebut adalah pintu kiri demikian juga untuk pintu kanan. Bagian pintu dapat dibuka penuh.

2. Jenis Jendela
 Jendela biasanya dikelompokkan sesuai dengan bukaanya, jendela yang terpasangnya mati tidak terbuka sama sekali, akan memberikan tingkat kekedapan terhadap cuaca paling besar. Jendela yang terbuka untuk ventilasi, pembersihan dan jalan keluar darurat mempunyai daun-daun jendela yang membukanya dengan cara disorong, diayun atau diputar.

 Berikut ini adalah jenis-jenis utama bekerjanya jendela :
a. Jendela gantung ganda, mempunyai daun-daun jendela yang didorong secara vertikal. Daun-daun jendela ini ditempatkan pada alur depan rangka atau pada alat/rel. Bagian jendela dapat dibuka ± 50%.
b. Jendela gantung ganda, mempunyai daun-daun jendela yang didorong secara horisontal. Daun-daun jendela ini ditempatkan pada alur depan rangka atau pada alat/rel. Bagian jendela dapat dibuka ± 50%.
c. Jendela sayap, mempunyai daun-daun jendela yang digantung pada ambang atas/bawah atau pada tiang. Daun-daun jendela ini ditempatkan pada engsel depan/belakang. Bagian jendela dapat dibuka penuh.

Prinsip Perancangan: Proporsi, Keseimbangan (balance), Irama (rhythm) Proporsi

http://www.omasae.com/2015/02/jasa-perbaikan-rumah-dan-pembangunan.html
Proporsi adalah suatu prinsip, tidak hanya dari arsitek tetapi dari kehidupan sehari-hari, misalnya: hukum proporsi alam bahwa bintang bersinar di malam hari, air sungai mengalir ke laut, dan sebagainya.
Dari kenyataan ini bahwa arsitektur adalah sesuatu yang berkualitas baik seni dan proporsi. Dalam arsitektur, proporsi dijelaskan sebagai berikut:[12]
1. Menurut Vitruvius (1486), proporsi adalah sesuatu yang berhubungan dengan ukuran dengan ukuran dari seluruh aspek pekerjaan dan bagian tertentu yang dijadikan standar.
2. Menurut Alberti, proporsi berasal dari kata concinnities, yang artinya suatu keberhasilan kombinasi dari angka dan ukuran.
Jadi proporsi merupakan hubungan antar bagian dari suatu desain atau hubungan antara bagian dengan keseluruhan. Oleh karena itu suatu perbandingan akan merupakan dasar dari setiap sistem proporsi yaitu suatu nilai yang memiliki harga tetap, dapat digunakan sebagai pembanding yang lain. Bahwa, suatu proporsi yang baik terletak pada hubungan antara bagian-bagian suatu bangunan atau antara bagian bangunan dengan bangunan secara keseluruhan. Hal ini menumbuhkan satu sistem proporsi yang menarik untuk dikembangkan yaitu golden section. Dalam sistem ini mempunyai dua arti, secara matematis dan geometris. Secara matematis, golden section merupakan sistem proporsi yang berasal dari konsep Pythagoras dimana “semua ukuran adalah angka”. Dan merupakan kepercayaan keharmonisan bagi seluruh struktur bangunan. Secara geometris, golden section dapat diartikan sebagai sebuah garis yang dibagi-bagi sedemikian rupa sehingga bagian yang lebih pendek dibanding dengan bagian yang panjang adalah sama dengan bagian yang panjang berbanding dengan panjang keseluruhan atau dapat dijabarkan dalam persamaan A : B = B : (A + B)[13]
.
b. Keseimbangan (balance)
Menggambarkan keharmonisan atau kesesuaian dalam pengaturan atau proporsi dari bagian suatu elemen di dalam desain atau komposisi suatu situasi, atau keadaan yang seimbang diantara bagian-bagian yang berlainan.
Keseimbangan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu keseimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informal. Contoh keseimbangan formal misalnya peletakan bangunan dengan bobot dan jarak visual sama terhadap titik pusat imajiner. Dengan keseimbangan formal, ruangan berkesan luas atau suasana resmi, dan tenang. Agar kesan monoton dan kaku dapat dihilangkan, dapat digunakan perbedaan warna, bentuk, atau ukuran pada benda yang disimetriskan. Contoh keseimbangan informal misalnya peletakan benda yang berbeda bobot visualnya di sekitar titik pusat atau sumbu. Perimbangan benda berat, dengan meletakkan benda ringan dengan jarak jauh dari sumbu (tekstur kasar, warna hangat, ukuran besar dan motif ramai akan berkesan berat). Dalam kondisi tertentu, yang tidak bisa dihindarkan, keseimbangan dapat dibuat dengan cara perabot berat dikombinasi dengan warna dan tekstur ringan, atau perabot ringan dikombinasi dengan warna dan tekstur berat.
.
c. Irama (rhythm)
Sesuatu pergerakan yang ditampakkan/diakibatkan oleh adanya elemen-elemen lain misalnya: garis bentuk dan pola, arus pergerakan yang diperlihatkan melalui bayangan-bayangan sinar yang terjadi, dan penekanan yang ada, mirip seperti irama musik yang diulang-ulang.
Irama dapat dibentuk atau diciptakan dengan cara:
1. Perulangan
Pemakaian 2 elemen atau lebih dengan tujuan untuk mengarahkan mata bergerak menuju arah tertentu. Misalnya: Hitam – Putih (nn), Besar – Kecil (OoOoOo)
2. Gradasi
Efek pemakaian gradasi akan terasa lebih dinamis dari pada pemakaian perulangan sehingga mengarahkan pandangan menuju pada satu titik tertentu. Misalnya: Gradasi dari warna gelap – terang
Gradasi Bentuk dan Ukuran
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
MENU ≡

PENGHAWAAN BUATAN: lingkungan udara ruang yang nyaman (thermal comfort)

Manusia membutuhkan lingkungan udara ruang yang nyaman (thermal comfort) untuk melakukan aktivitas secara optimal. Dengan adanya lingkungan udara yang nyaman ini manusia akan dapat beraktifitas dengan tenang dan sehat. Keadaan udara pada suatu ruang aktifitas sangat berpengaruh pada kondisi dan keadaan aktifitas itu. Bila dalam suatu ruangan yang panas dan pengap, manusia yang melakukan aktivitas di dalamnya tentu juga akan sangat terganggu dan tidak dapat melakukan aktifitasnya secara baik, dan ia merasa tidak kerasan. Maka kenyamanan dalam ruangan yang menyangkut udara harus terpenuhi yaitu meliputi: temperatur udara, kelembaban udara, pergerakan udara, dan tingkat kebersihan udara.
Untuk mendapatkan kondisi ruangan yang memenuhi thermal comfort atau kondisi yang harus memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan yang kita inginkan, tanpa adanya ketergantungan dengan lingkungan luar, maka digunakan penghawaan buatan (air conditioning). Penghawaan buatan di sini memiliki pengertian bahwa udara dalam ruang dikondisikan berdasarkan beban kalor yang terjadi pada ruangan tersebut.
Agar didapatkan suatu sistim serta kapasitas pendingin yang tepat, maka perlu diketahui besarnya beban kalor pada ruang/bangunan (karena fungsi AC adalah untuk menghapus beban kalor tersebut) sehingga suhu dan kelembaban udara tetap nyaman. Besar beban kalor yang terjadi ditentukan oleh: hantaran panas radiasi matahari, hantaran panas secara transmisi, hantaran panas ventilasi atau infiltrasi, beban panas intern (manusia dan peralatan elektronik atau mesin).
Dengan memperhatikan hal di atas, maka didalam desain ruang atau bangunan yang menggunakan penghawaan buatan, harus menyertakan pertimbangan-pertimbangan berikut: [15]
-Bentuk cenderung beraturan agar memudahkan dalam perencanaan sistem penghawaannya.
-Bentuknya diusahakan disejajarkan dengan arah aliran angin
-Langit-langit/plafon dibuat relatif rendah untuk memperkecil volume ruang.
Agar memberi kondisi yang nyaman secara terus-menerus dalam suatu bangunan, sistem-sistem penghawaan harus mempertahankan keseimbangan antara kondisi-kondisi termal dan atmosfer dalam dan kondisi-kondisi iklim yang terus-menerus berubah di luar ruangan dan di dalam ruangan itu sendiri. Jika suasana panas, sistem harus memberi cukup udara sejuk untuk mengatasi panas yang diperoleh dari luar. Dalam keadaan dingin, ia harus memberi cukup panas untuk menggantikan panas yang hilang.
Kenyamanan termal langsung berhubungan dengan tubuh manusia yang selalu membuang panas yang berlebihan. Dalam keadaan normal pemindahan panas ini terjadi antara tubuh dan udara disekitarnya. Namun demikian tubuh manusia memiliki pertahanan mekanisme alami yang terus-menerus bekerja untuk mempertahankan keseimbangan yang diperlukan antara timbulnya panas dan pembuangan panas yang dihasilkan. Mekanisme-mekanisme ini bekerja untuk mempertahankan suhu tubuh yang normal, dengan mengendalikan jumlah pembuangan panas tersebut. Bila laju kehilangan panas terlalu lambat, kita berkeringat. Keringat tersebut menambah laju kehilangan panas karena penguapan. Jika laju kehilangan panas terlalu cepat, kita mulai menggigil. Hal ini menyebabkan meningkatnya pembangkitan panas guna mengimbangi kehilangan panas.
Salah satu jaringan distribusi penting dalam sebuah bangunan ialah sistem pengadaan udara yaitu sistem pemanasan/pendinginan, ventilasi, dan air conditioning (AC). Tujuan dari sistem pengendalian penghawaan ini adalah memberikan kondisi-kondisi suhu dan suasana yang nyaman, yang dicapai dengan mengolah dan mendistribusikan udara yang disejukkan ke seluruh bangunan. Sebenarnya, pengolahan suhu hanya merupakan salah satu dari pengolahan pada udara sebelum disampaikan kepada para penghuni. Penyesuaian termal mengatur suhu, kelembaban, dan distribusi udara. Penyesuaian atmosfir mengatur kebersihan dan mengendalikan bau-bau.
Berbeda dengan jaringan-jaringan distribusi yang berlangsung di seluruh bangunan, sistem AC dan bagian-bagian komponennya menghendaki jumlah ruang yang cukup. Meskipun demikian pemahaman dan pengetahuan tentang implikasi-implikasi sistem AC untuk arsitektur sangat penting artinya untuk diperhatikan. Selain itu sistem ini pada dewasa ini mendapat perhatian khusus dalam penggunaannya dipandang dari sisi penghematan energi.

Menggambar Konstruksi Dinding Dan Lantai Bangunan



1. Menggambar Konstruksi Lantai dari Keramik / Ubin/ Parket 

 Pemasangan keramik/ubin/parket tergantung dari bentuk ruangan dantata letak lubang pintunya. Untuk mendapatkan pemasangan ubin yang baik harus diperhatikan perencanaan secara menyeluruh untuk pasangan ubin semua ruangan yang berkaitan.

 Dibuat demikian untuk mendapatkan kesan bahwa setiap ruangan seolah-olah tidak berdiri sendiri.
Dan kebiasaannya perencanaan pemasangan keramik atau ubin berpedoman pada pintu utama. Dan bila mana rumah bertingkat maka pemasangannya selain berpedoman pintu utama juga harus memperhatikan arah yang ke anak tangga, karena akan berkaitan dengan pemasangan lantai atas.

 

2. Menggambar Konstruksi Dinding Bata / Batako

 Materi tentang konstruksi dinding merupakan bagian dari konstruksi bangunan gedung. Pada materi ini akan belajar tentang pengertian bangunan, fungsi bangunan, jenis-jenis bangunan, bagian pokok dari bangunan, ikatan batu bata untuk dinding, meliputi ikatan ½ bata, ikatan silang, ikatan tegak, ikatan vlam dan rollag. Pengetahuan dasar mengenai konstruksi dinding akan sangat membantu dalam penggambaran konstruksi dinding atau bagaimana melaksanakan praktik pembuatan dinding batu bata sesuai dengan aturan yang berlaku.

- Pengertian Bangunan

 Yang dimaksud dengan bangunan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan perencanaan dan pelaksanaan pembuatan maupun perbaikan bangunan. Dalam penyelenggaraan bangunan diusahakan ekonomis dan memenuhi persyaratan tentang bahan, konstruksi maupun melaksanaannya.
Bangunan yang dimaksud di atas meliputi:
a. Bangunan merupakan hasil karya orang yang mempunyai tujuan tertentu untuk kepentingan perorangan maupun untuk umum.
b. Bangunan yang bersifat penambahan atau perubahan dan telah ada menjadi sesuatu yang lain/berbeda, tetapi juga dengan tujuan tertentu dan untuk kepentingan perorangan maupun untuk umum.

 Adapun tujuan bangunan tersebut didirikan antara lain: Bangunan rumah tinggal dibuat orang untuk kepentingan tempat tinggal dalam arti yang luas. Untuk masa sekarang tidak hanya sekedar tempat berlindung atau berteduh tetapi sebagai tempat pembinaan keluarga. Kantor dibuat untuk pelayanan masyarakat, sedangkan jembatan dan bendungan dibuat orang untuk tujuan prasarana kemakmuran rakyat. Kesemua hal di atas disebut dengan bangunan karena tidak dapat dengan mudah dipindahkan mengingat berat kecuali bila dibongkar.

 Lemari dibuat orang juga mempunyai tujuan anatara lain untuk menyimpan barang, bangku untuk tempat duduk, tetapi bendabenda ini mudah dipindahkan ke tempat lain, untuk itu benda-benda disini tidak dapat dikatakan bangunan. Dalam pembuatannya bagunan tidak cukup hanya satu orang pekerja saja, tetapi kadang-kadang memerlukan ratusan sampai ribuan pekerja tergantung besar kecilnya bangunan yang dibuat.

- Jenis Bangunan

 Jenis bangunan dapat dibedakan menjadi:
a. Bangunan teknik sipil kering, antara lain meliputi: bangunan rumah, gedung-gedung. monumen, pabrik, gereja, masjid dan sebagainya.
b. Bangunan teknik sipil basah, antara lain meliputi: bendungan, bangunan irigasi, saluran air, dermaga pelabuhan, turap-turap, jembatan dan sebagainya. Untuk sekarang jenis bangunan dibedakan menjadi 3 bagian besar yang dikelola oleh Direktorat Jenderal meliputi Bangunan Gedung, Bangunan Air dan Jalan Jembatan.
 Jenis bahan yang digunakan dalam bangunan dapat berupa kayu, bata, beton atau baja. Bahkan dewasa ini bahan bangunan yang digunakan sudah berkembang antara lain dari bahan aluminium atau plastik.

- Fungsi Pokok Pembuatan Bangunan

  Fungsi pembuatan bangunan yang terpenting ialah agar setiap bangunan kuat, dan tidak mudah rusak, sehat untuk ditempati, di samping biayanya relatif murah. Untuk mendapatkan bangunan kuat dan murah tidak perlu konstruksinya terlalu berlebihan. Bila demikian tidak sesuai dengan tujuan dan merupakan pemborosan. Konstruksi bangunan harus diperhitungkan secara teliti berdasarkan syarat-syarat bangunan termasuk perhitungan yang menunjang misalnya mekanika teknik. Keawetan suatu bangunan juga tergantung bahan bangunan yang digunakan, pelaksanaan dalam pembuatan dan juga perawatannya. Di samping hal tersebut di atas faktor lain yang berpengaruh dan perlu mendapatkan perhatian adalah air tanah, gempa bumi, angin dan sebagainya.

- Bagian-bagian Bangunan Gedung

 Menurut susunannya pembagian bangunan gedung dibagi menjadi:
a. Bangunan bawah yaitu bagian-bagian yang terletak di bawah muka lantai yang ada dalam tanah.
b. Bagian atas yaitu bagian-bagian yang ada di atasnya seperti tembok, kolom, jendela, ring balok dan rangka atap.

 Yang termasuk bangunan bawah ialah konstruksi yang dibuat untuk menahan berat bangunan di atasnya termasuk berat pondasi itu sendiri. Untuk itu bangunan harus kuat, tidak mudah bergerak kedudukannya dan stabil. Sedang yang termasuk bangunan atas adalah bagian-bagian yang terletak di atas bangunan bawah, sehingga seluruh beratnya diteruskan kepada bangunan bawah sampai ke tanah dasar.

- Dinding

 Bagian atas pada bangunan antara lain terdiri dari: tembok, pintu/jendela, ring balok , rangka atap. Tembok merupakan suatu dinding dari bangunan, sedangkan dinding-dinding bangunan dari segi fisika bangunan mengemban fungsi antara lain:
- Penutup atau pembatas ruang
- Keamanan

- Fungsi Penutup atau Pembatas Ruang

 Sebagai penutup atau pembatas ruang dapat kita lihat sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat. Pembatasan menyangkut segi penglihatan (visual), dan berkat dinding tersebut manusia dapat terlindung dari pandangan orang lain yang tidak sepantasnya, sehingga kepribadian dan martabat manusia terjamin. Tidak segala hal yang terjadi didalam keluarga pantas dilihat dan tidak segala hal yang kurang sedap, misalnya jemuran pakaian, tempat pembuangan sampah layak masuk dalam pandangan mata. Dan lagi dinding dapat sebagai perlindungan terhadap bunyi atau suara-suara yang mengganggu atau sebaliknya agar suasana dalam ruangan jangan sampai keluar/kedengaran oleh tetangga yang lain. Disini dinding berfungsi sebagai penutup dan pembatas pendengaran.

- Fungsi Keamanan

 Dinding diartikan manusia selaku unsur bangunan demi keamanan. Hal ini mudah dimengerti tetapi harus diingat bahwa keamanan rumah tidak hanya tergantung dari kekuatan, seolah-olah seperti dinding benteng jaman dahulu sehingga rumah kita dengan sendirinya aman. Tetapi bagaimanapun juga keadaannya, ternyata dalam masyarakat dinding-dinding merupakan salah satu unsur keamanan yang wajar untuk dibuat.

- Menggambar Konstruksi Dinding Bata

 Batu bata merah disebut juga bata merah. Bata merah dibuat dari tanah liat/tanah lempung diaduk dan dicampur dengan air, sehingga menjadi suatu campuran yang rata dan kental (pulen), dicetak, dikeringkan kemudian dibakar.

 Di Indonesia mengenai ukuran bata merah belum ada ukuran yang pasti (standar). Walaupun demikian ada persyaratan yang mutlak.

 Batu bata yang dibuat di perusahaan besar yang menggunakan tenaga mesin, terdiri dari macam-macam ukuran yaitu:
a. Bata utuh
b. ¾ panjang bata
c. ½ panjang bata
d. ¼ panjang bata dengan lebar utuh
e. ½ lebar bata dengan panjang utuh

Catatan :
Panjang bata = bujur = b, panjangnya ± 23 - 25 cm
Lebar bata = kepala = k, lebarnya ± 11 - 12 cm
Tebal bata ± 5 - 5.5 cm

Dasar Perencanaan Struktur Baja

Desain struktur harus memenuhi kriteria kekuatan (strength), kemampuan layan (serviceability) dan ekonomis (economy).
oo Kekuatan berkaitan dengan kemampuan umum dan keselamatan struktur pada kondisi pembebanan yang ekstrem. Struktur diharapkan mampu bertahan meskipun terkadang mendapat beban yang berlebihan tanpa mengalami kerusakan dan kondisi yang membahayakan selama waktu pemakaian struktur tersebut.
oo Kemampuan layan mengacu pada fungsi struktur yang sesuai, berhubungan dengan tampilan, stabilitas dan daya tahan, mengatasi pembebanan, defleksi, vibrasi, deformasi permanen, retakan dan korosi, dan persyaratan-persyaratan desain lainnya.
oo Ekonomis mengutamakan pada keseluruhan persyaratan biaya material, pelaksanaan konstruksi dan tenaga kerja, mulai tahapan perencanaan, pabrikasi, pendirian dan pemeliharaan struktur.
Secara umum ada dua filosofi perencanaan yang dipakai dewasa ini, yaitu:
oo Filosofi perencanaan tegangan kerja-elastis (working stress design), elemen struktural harus direncanakan sedemikian rupa hingga tegangan yang dihitung akibat beban kerja, atau servis, tidak melampaui tegangan ijin yang telah ditetapkan. Tegangan ijin ini ditentukan oleh peraturan bangunan atau spesifikasi untuk mendapatkan faktor keamanan terhadap tercapainya tegangan batas, seperti tegangan leleh minimum atau tegangan tekuk (buckling). Tegangan yang dihitung harus berada dalam batas elastis, yaitu tegangan sebanding dengan regangan.
oo Filosofi perencanaan keadaan batas (limit state). Filosofi ini meliputi metoda vang umumnya disebut “perencanaan kekuatan batas,” “perencanaan kekuatan,” “perencanaan plastis,” “perencanaan faktor beban,” “perencanaan batas,” dan yang terbaru “perencanaan faktor daya tahan dan beban” (LRFD/Load and Resistance Factor Design).
Keadaan batas adalah istilah umum yang berarti “suatu keadaan pada struktur bangunan di mana bangunan tersebut tidak bisa memenuhi fungsi yang telah direncanakan”.
Keadaan batas dapat dibagi atas kategori kekuatan (strength) dan kemampuan layan (serviceability).
− Keadaan batas kekuatan (atau keamanan) adalah kekuatan daktilitas maksimum (biasa disebut kekuatan plastis), tekuk, lelah (fatigue), pecah (fracture), guling, dan geser.
− Keadaan batas kemampuan layan berhubungan dengan penghunian bangunan, seperti lendutan, getaran, deformasi permanen, dan retak.
Dalam perencanaan keadaan batas, keadaan batas kekuatan atau batas yang berhubungan dengan keamanan dicegah dengan mengalikan suatu faktor pada pembebanan. Berbeda dengan perencanaan tegangan kerja yang meninjau keadaan pada beban kerja, peninjauan pada perencanaan keadaan batas ditujukan pada ragam keruntuhan (failure mode) atau keadaan batas dengan membandingkan keamanan pada kondisi keadaan batas.
Terima kasih untuk Okrek

Pengertian Ibaratan Biologikal (Biological Analogy)

Attoe: - Organik :

- Struktur organisme yang disebabkan dalam rangka menyesuaikan diri dengan lingkungan (adaptasi).
- Struktur organisme yang bertahan hidup setelah terjadinya perubahan alam/lingkungan (selektif).
- Biomorfik : – Pertumbuhan organisme.
Jadi Attoe menekankan pada proses terbentuknya dan pembentukan wujud-wujud arsitektural.
Peter Collins: menekankan pada hakekat-hakekat ibaratan biological atau lebih khusus pada kesejajaran yang ada antara organisme-organisme yang ada di alam dengan arsitektur. Disajikan pula ketidaksejajaran antara organisme di alam dengan arsitektur.
Attoe: proses pembentukan.
Petter C.: kepositifan dan kenegatifan penggunaan ibaratan biological dalam arsitektur.
Dalam Attoe ada 2 fokus dalam ibaratan biological:
1. Organik
2. Biomorfik
Keduanya memberikan penekanan pada proses yang dijalani oleh suatu organisme di alam yang hidup.
Dalam organisme yang hidup ada 2 unsur yang menandai kehidupannya :
1. Memiliki struktur susunan yang teratur dan tertentu.
Susunan ini masih diperdebatkan di dalam eksistensinya di alam menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana dia berada/beradaptasi atau mengadakan seleksi (selektif).
Contoh :
- Cemara, bambu (adaptasi). Dapat menyesuaikan dengan lingkungan dimana ia tumbuh.
- Pisang (seleksi) hanya tumbuh di daerah tropis, bila keadaannya lingkungannya diubah ia tidak dapat berkembang atau tumbuh dengan baik.
Hubungan struktur organisme dengan lingkungannya, struktur organisme tidak harus menyesuaikan diri dengan lingkungan, bisa juga memilih-milih struktur mana yang cocok di daerah tertentu (form and environment).
2. Pentautan antara struktur itu dan bentuk/wujud organisme dalam fungsi organisme (Structure, form, function).
Luis Sullivan ————— Form Follow Function
Frank Lloyd Wright ——- Form Follow Function
Peter Collins dan Geof. Scot menambahkan bahwa organisme yang hidup tidak selalu form mengikuti function, tetapi function bisa mengikuti form.
Masjid Kemayoran, Masjid Ampel, Masjid Al Falah, Masjid Muhajirin, sama-sama masjid tetapi bentuknya berbeda-beda hal ini berarti Function Follow Form.
3. Function, Life Form within
Kaitan fungsi dan kehidupan. Organisme tidak memiliki fungsi bukan organisme yang hidup, suatu organisme yang hidup harus ada fungsi.
Fungsi itu tumbuh, dikembangkan, hadir dalam diri organisme itu.
Petter Collins : “Principal of Vitality”
O’Attoe : “It develop ………..”
Biomorfik : Intinya berbicara tentang organisme itu bukan suatu posisi yang statis tetapi ia tumbuh dan berkembang kemudian mati.
Tumbuh dan berkembang ada beberapa issue :
- Ada inti pertumbuhan
- Meluas, membesar dari intinya dengan tidak merubah struktur
- Pertumbuhan yang proporsional
Catatan Peter Collins, adanya kenyataan bahwa organisme yang hidup disejajarkan dengan estetika arsitektur.
Jadi tautan struktur, fungsi dan bentuk yang dalam ilmu biologi sendiri digunakan untuk menandakan suatu organisme yang hidup, di dalam arsitektur digunakan untuk menandai estetika arsitektur.
Attoe : memberikan tambahan mengenai bahan. Bahan harus digunakan sesuai sifat bahan itu sendiri. Batu sebagai batu, kayu sebagai kayu, dll.
Petter Collins : kelemahan ibaratan biological adalah menganggap bahwa :
1. Komposisi struktur, fungsi, bentuk sama dengan estetika arsitektur itu sendiri. Padahal struktur, fungsi, bentuk agar menghasilkan komposisi yang estetik masih harus ditambahkan dan dilengkapi serta dipertanggungjawabkan dan dijelaskan dengan kaidah-kaidah estetika arsitektur.
2. Komposisi Struktur, fungsi dan wujud lebih diarahkan pada pencapaian keseimbangan terhadap pendayagunaan /pemfungsian arsitektur itu sendiri.
Analogi biological hanya membicarakan masalah aspek ilmiah belum pada aspek artistik.

PETA KOMPETENSI PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN

Standar kompetensi yang digunakan sebagai acuan dalam penulisan buku Teknik Gambar Bangunan adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada Bidang Keahlian Gambar Bangunan.

Kualifikasi, kode dan Standar kompetensi keahlian Teknik GambarBangunan dapat digambarkan sebagai berikut:
Data berikut disalin dari buku sekolah.

 Kode Kompetensi untuk Kualifikasi Drafter  Muda

BGN.GAM.001 A Mengenali dan Memilih Peralatan dan Perlengkapan Gambar
BGN.GAM.002 A Menggunakan Berbagai Macam Penggaris
BGN.GAM.003 A Menggunakan Mesin Gambar
BGN.GAM.004 A Menggunakan Pensil Gambar
BGN.GAM.005 A Menggunakan Rapido
BGN.GAM.006 A Menggunakan Peralatan Penghapus
BGN.GAM.007 A Menggunakan Sablon
BGN.GGT.001 A Menggambar Garis Tegak Lurus dan Garis Sejajar
BGN.GGT.002 A Membagi Garis
BGN.GGT.003 A Menggambar Sudut
BGN.GGT.004 A Menggambar Segitiga
BGN.GGT.005 A Menggambar Lingkaran
BGN.GGT.006 A Membagi Keliling Lingkaran Sama Besar
BGN.GGT.007 A Menggambar Garis Singgung Lingkaran
BGN.GGT.008 A Menggabungkan Garis
BGN.GGT.009 A Menggambar Segi Lima Beraturan
BGN.GGT.010 A Menggambar Segi Enam Beraturan
BGN.GGT.011 A Menggambar Segi Tujuh Beraturan
BGN.GGT.012 A Menggambar Segi Delapan Beraturan

BGN.GGT.013 A Menggambar Ellips
BGN.GGT.014 A Menggambar Parabola
BGN.GGT.015 A Menggambar Hiperbola
BGN.GGT.016 A Menggambar Isometri Kubus
BGN.GGT.017 A Menggambar Isometri Silinder
BGN.GGT.018 A Menggambar Proyeksi Orthogonal
BGN.GGT.019 A Menggambar Proyeksi Orthogonal Prisma
BGN.GGT.020 A Menggambar Proyeksi Orthogonal Piramida
BGN.GPG.001 A Menggambar Proyeksi Bangunan
BGN.GAR.001 A Menggambar Konstruksi Lantai Dari Keramik/ Ubin / Parket
BGN.GAR.002 A Menggambar Konstruksi Bata / Batako
BGN.GAR.003 A Menggambar Konstruksi Penutup Dinding / Kolom dari Keramik /Marmer / Granit
BGN.GAR.004 A Menggambar Rencana Kusen dan Daun Pintu / Jendela Dari Kayu
BGN.GAR.005 A Menggambar Rencana Kusen dan Daun Pintu / Jendela dari Aluminium
BGN.GAR.006 A Menggambar Konstruksi Finishing Tangga Dari Beton
BGN.GAR.007 A Menggambar Konstruksi Tangga dan Railling Dari Kayu
BGN.GAR.008 A Menggambar Konstruksi Tangga dan Railling Dari Besi / Baja
BGN.GAR.009 A Menggambar Konstruksi Langit-Langit Konvensional
BGN.GAR.010 A Menggambar Konstruksi Penutup Atap Dari Genteng, Sirap, dan Asbes
BGN.GST.001 A Menggambar konstruksi Pondasi Dangkal Dari Batu Kali atau Rollaag Dari Batu bata / Batako
BGN.GST.002 A Menggambar Konstruksi Pondasi Dangkal Telapak Dari Beton Bertulang
BGN.GST.005 A Menggambar Rencana Pelat Lantai
BGN.GST.006 A Menggambar Rencana Penulangan Tangga Dari Beton Bertulang
BGN.GST.007 A Menggambar Rencana Balok Dan Kolom Dari Beton Bertulang
BGN.GST.008 A Menggambar Konstruksi Rangka Atap Sistem Kuda-Kuda Dari Kayu
BGN.GMG.002 A Membuat Gambar Daftar Gambar
BGN.GMG.006 A Membuat Gambar Catatan dan Legenda Umum
BGN.GMG.007 A Menggambar Lembar Halaman Muka dan Informasinya
BGN.GMG.008 A Menggambar Tata Letak Gambar Manual
BGN.GKU.001 A Mengelola File dan Folder Pada Sistem Operasi
BGN.GAK.001 A Menggambar Dasar Dengan Perangkat Lunak Untuk Menggambar Teknik
BGN.GAK.002 A Menggambar Lanjut Dengan Perangkat Lunak untuk Menggambar Teknik
BGN.GAK.003 A Mengatur Tata Letak Gambar Pada Model Space Dengan Perangkat Lunak Untuk Menggambar Teknik
BGN.GAK.005 A Mencetak Gambar Dengan Perangkat Lunak Untuk Menggambar Teknik
DTA.MNT.101.(1).A Melakukan Back-Up Data Level 1
DTA.MNT.102.(1).A Melakukan Restore Data Level 1



Water Treatment Specialist

Kami selalu mengutamakan kualitas produk Depo Air Minum Sehat, Segar, Higienis & Bermutu

Melayani :
- Pabrik AMDK
- Filter rumah tangga
- Jasa service Depo Isi Ulang

Menyediakan :
. Spare Part & Perlengkapan Depo Isi Ulang :
- Tutup Galon
- Tisue Galon
- Seal
- Galon (PC, Pet)
- Housing
- Filter PVC, Viber, Stainless
- Catrigde
- Tandon Air PE dan Stainless
- Mesin RO
- Mesin pencuci Galon
- Air Tangki dari pegunungan pacet
- Media Filter :
. Carbon Aktif
. Silica Sand
. Manganis
. Anion
. Cation, dll.


1. 1 unit Ultraviolet 39 W
2. 2 Filter PVC/Fiber/Stainless 8”
3. 1 unit Tandon 5300 liter
4. 1 unit Tandon 2200 liter
5. 25 KG karbon aktif
6. 50 KG Silica Sand
7. 6 unit Housing 10”
8. 4 unit catridge DW 10”
9. 2 unit Catrigde CW 10”
10. 1 unit Pompa Automat
11. 1 set partisi (1 cuci + 2 isi)
12. 1 unit Pencucian
13. 3 unit Solenoid Valve
14. 4 buah lampu biru 8 W
15. 500 buah tisu higienis
16. 500 buah tutup galon
17. Lab. Depkes
18. Instalasi Pipa + Listrik
19. Perakitan
20. Pemasangan

1. 1 unit Ultraviolet 39 W
2. 1 unit Ozon Generator
3. 2 Tabung Filter PVC/Fiber/Stanliess 8”
4. 1 unit Tandon 5300 liter
5. 1 unit Tandon 2200 liter
6. 1 unit Tandon 550 Stainless
7. 25 KG karbon aktif
8. 50 KG Silica Sand
9. 8 unit Housing 10”
10. 2 unit Catrigde DW 10”
11. 6 unit Catrigde CP 10”
12. 1 unit Pompa Automat
13. 1 unit Pompa Stainless
14. 1 set partisi (1 cuci + 3 isi)
15. 1 unit Pencucian
16. 4 unit Solenoid Valve
17. 4 buah lampu biru 8 W
18. 1000 buah tisu higienis
19. 1000 buah tutup Galon
20. Lab. Depkes
21. Instalasi Pipa + Listrik
22. Perakitan
23. Pemasangan

1. 1 unit Ultraviolet 39 W
2. 1 unit Ozon Generator
3. 2 Filter Stanliess 10”
4. 1 unit Tandon 5300 liter
5. 1 unit Tandon 2200 liter
6. 1 unit Tandon 550 Stainless
7. 25 KG karbon aktif
8. 50 KG Silica Sand
9. 8 unit Housing 10”
10. 2 unit Catrigde DW 10”
11. 6 unit Catrigde CP 10”
12. 1 unit Pompa Automat
13. 1 unit Pompa Stainless
14. 1 set partisi (1 cuci + 3 isi)
15. 1 unit Pencucian
16. 4 unit Solenoid Valve
17. 4 buah lampu biru 8 W
18. 1000 buah tisu higienis
19. 1000 buah tutup Galon
20. Lab. Depkes
21. Instalasi Pipa + Listrik
22. Perakitan
23. Pemasangan

1. 1 unit Ultraviolet 39 W
2. 1 unit Ozon Generator
3. 8 unit Bio Energi Water
4. 2 Filter Stanliess 10”
5. 1 unit Tandon 5300 liter
6. 1 unit Tandon 2200 liter
7. 1 unit Tandon 550 Stainless
8. 25 KG karbon aktif
9. 50 KG Silica Sand
10. 4 unit Housing 20”
11. 2 unit Catrigde DW 20”
12. 2 unit Catrigde CP 20”
13. 1 unit Pompa Automat
14. 1 unit Pompa Stainless
15. 1 set partisi (1 cuci + 3 isi)
16. 1 unit Pencucian
17. 4 unit Solenoid Valve
18. 4 buah lampu biru 8 W
19. 1000 buah tisu higienis
20. 1000 buah tutup Galon
21. Lab. Depkes
22. Instalasi Pipa + Listrik
23. Perakitan
24. Pemasangan

1. 1 unit Ultraviolet 39 W
2. 1 set Mesin RO 2000 GPD
3. 1 unit Ozon Generator
4. 8 unit Bio Energi Water
5. 2 Filter Stanliess 10”
6. 1 unit Tandon 5300 liter
7. 1 unit Tandon 2200 liter
8. 2 unit Tandon 550 Stainless
9. 25 KG karbon aktif
10. 50 KG Silica Sand
11. 4 unit Housing 20”
12. 2 unit Catrigde DW 20”
13. 2 unit Catrigde CP 20”
14. 1 unit Pompa Automat
15. 2 unit Pompa Stainless
16. 1 set partisi (1 cuci + 3 isi)
17. 1 unit Pencucian
18. 4 unit Solenoid Valve
19. 4 buah lampu biru 8 W
20. 1000 buah tisu higienis
20. 1000 buah tutup Galon
21. Lab. Depkes
22. Instalasi Pipa + Listrik
23. Perakitan
24. Pemasangan

Melayani Setting Pabrik AMDK, Filter Penjernihan Rumah Tangga, Service Depo isi ulang Dll.
Menyadiakan Spare Part dan perlengkapan Depo Isi Ulang
 HP. WA

Rencana membangun rumah

 Membuat rumah atau merancang rumah, sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan keuangan kita. Jika dana yang tersedia terbatas, solusinya bisa dengan menerapkan konsep rumah tumbuh. Dalam pembuatan draft awal, desain rumah utuh tetap kita buat. Nanti dalam proses pembangunannya, kita mempunyai desain parsial. Dan seminim mungkin untuk melakukan pembongkaran besar-besaran.

 Selanjutnya, setelah masalah dana adalah memperhatikan luas lahan. Jika luasnya terbatas, misalnya dibawah 100 m2, desain minimalis adalah pilihan yang tepat serta menghindari detail yang terlalu ‘ramai’ atau ribet. Sedangkan untuk luas tanah diatas 100 m2, agak sedikit bisa bereksperimen. Rata-rata cenderung menerapkan 50 : 50 untuk bangunan dan ruang terbuka. Tentunya konsep ini harus memiliki luas lahan lebih dari 200 m2.

 Setelah itu dana dan lahan baru bicara ruangan. Berapa banyak ruangan yang kita inginkan. 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 ruang keluarga, 1 ruang makan. Untuk lahan yang terbatas tentu pilihan terbatas tapi bisa direkayasa dengan membuat bangunan 2 lantai atau lebih. Setelah jumlah ruangan yang ingin kita miliki ditetapkan, selanjutnya baru masuk dalam tahap desain.

 Tips lainnya, mendesain dengan sedikit sekat. Hanya kamar-kamar tidur saja memiliki dinding. Sedangkan ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, teras belakang dan mushola tidak disekat oleh dinding tapi dengan ‘permainan lantai’ dimana lantai ruang tamu paling tinggi, kemudian lantai ruang keluarga dan teras belakang paling rendah. Sedangkan ruang makan dan mushola tingginya sama. Dikombinasikan dengan ‘permainan langit-langit. Tinggi rendah setiap ruang dibuat berbeda.

 Disamping itu, aku memilih memiliki jendela yang besar-besar sehingga memudahkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah. Praktis pada siang hari tidak pernah menyalakan lampu .. Kemudian, untuk menghemat. Finishingnya saya hanya menggunakan cat air saja. Sedangkan untuk diluar pilih cat anti jamur. Walau agak mahal, tapi biaya perawatannya lebih murah. Untuk atap dibuat cucuran’nya lebih rendah.

 Dibawah lantai teras belakang, dibuat kolam ikan yang kemudian menjorok keluar kesannya menciptakan lantai yang menggantung. Air kolam ikan itu membuat ruang keluarga menjadi sejuk karena uap air dapat menguap pada siang hari. Karena pada bagian ini tidak ditutup oleh atap.

Kesalahan Seorang Arsitektur

1. Merencanakan rumah tanpa memperhatikan peraturan pemerintah setempat tentang mendirikan bangunan

 Kesalahan ini berakibat fatal. Peraturan pemerintah tentang mendirikan bangunan dibuat bukan tanpa tujuan, namun peraturang-peraturan ini bertujuan agar lingkungan tetaplah tertata dan kepentingan umum tetap dilindungi. Hal ini jangan sampai Anda acuhkan. Tidak akan ada kesempatan lagi untuk memperbaiki apa yang salah jika bangunan Anda sudah berdiri. Yang ada adalah Anda harus berurusan dengan pemerintah, bahkan pula harus berhadapan dengan sanksi-sanksi. Dan hal ini malah akan jauh lebih menyulitkan Anda ketimbang Anda mengurus semua yang diperlukan sejak awal Anda hendak membangun.

2. Merencanakan rumah tanpa memperhitungkan ukuran dan lokasi dimana rumah akan dibangun

 Hal ini sama saja dengan Anda menggambar tanpa memperhatikan kertas gambar Anda, sehingga tanpa sengaja Anda menggambar hingga ke papan meja gambar Anda. Tentu saja hal ini merupakan kesalahan yang fatal. Bayangkan penyesuaian yang harus dilakukan di lapangan jika hal ini terjadi. Anda tidak hanya berurusan dengan uang dan waktu Anda pribadi, namun berarti pembengkakan tenaga kerja dan material juga. Akan lebih baik jika Anda membuat perencanaan rumah yang mungil kemudian Anda dapat mengembangkannya kemudian.

3. Merencanakan rumah tanpa memperhitungkan budget

 Tidak dapat dipungkiri, uang Andalah yang berperan sebagai bahan bakar dalam proyek perencanaan rumah impian Anda ini. Tentukan budget Anda, sesuaikan dengan gambaran rumah impian Anda dan kemudian lakukan pengendalian pengeluaran seperlunya.

4. Menyerahkan proses perencanaan rumah kepada orang yang tidak professional.

 Mungkin hal ini bisa memangkas pengeluaran Anda, namun tanpa Anda sadari, Anda telah melakukan kesalahan yang cukup fatal. Orang yang tidak professional biasanya melakukan hal atas asas coba-coba. Dan Anda pasti tahu bahwa biaya trial and error seperti ini sangatlah besar. Karena itu, kalau memang Anda mengingingkan jasa seseorang untuk membantu Anda merencanakan rumah impian Anda, pastikan dia adalah orang yang professional dan mengetahui seluk beluk perencanaan rumah.

5. Hanya mengandalkan opini dan keputusan desainer yang sudah Anda sewa tanpa melakukan riset Anda sendiri.

 Desainer interior atau arsitek professional tentulah merupakan seorang yang ahli tentang perencanaan rumah. Namun Anda jangan hanya menurut saja apa kata mereka, karena Andalah pemilik rumah itu nantinya, bukan mereka. Karena itu lakukanlah riset Anda sendiri, sejauh yang Anda mampu. Sehingga ketika tiba waktunya para desainer tersebut memberikan opini dan masukan-masukan desainnya kepada Anda, Andapun telah siap dengan kisi-kisi mengenai rumah impian Anda. Ingatlah, bahwa mereka `hanyalah` membantu Anda dalam pewujudan rumah impian Anda namun Andalah `sutradara`nya. Anda yang dapat menentukan bagaimana rumah impian Anda nantinya. Jangan selalu menerima desain-desain jika Anda tidak merasa pas dan mantap.Melakukan perencanaan rumah seperti ini bukanlah hal yang mudah. Bahkan bisa dikatakan dengan bercanda, bahwa para arsitek telah menghabiskan waktu beberapa semester kuliah untuk mempelajari hal ini.

Arti seorang Arsitek


Seorang arsitek, adalah seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau ahli lingkungan binaan.

 Istilah arsitek seringkali diartikan secara sempit sebagai seorang perancang bangunan, adalah orang yang terlibat dalam perencanaan, merancang, dan mengawasi konstruksi bangunan, yang perannya untuk memandu keputusan yang mempengaruhi aspek bangunan tersebut dalam sisi astetika, budaya, atau masalah sosial. Definisi tersebut kuranglah tepat karena lingkup pekerjaan seorang arsitek sangat luas, mulai dari lingkup interior ruangan, lingkup bangunan, lingkup kompleks bangunan, sampai dengan lingkup kota dan regional. Karenanya, lebih tepat mendefinisikan arsitek sebagai seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau lingkungan binaan.

 Asal mula arsitektur dapat dipahami dengan sebaik-baiknya bila orang memilih pandangan yang lebih luas dan meninjau faktor sosial-budaya, dalam arti seluas-luasnya, lebih penting dari iklim, teknologi, bahan-bahan dan ekonomi. Dalam hal apa pun, interaksi diantara faktor-faktor inilah yang paling tepat untuk menjelaskan bentuk bangunan. Satu penjelasan saja tidak cukup, karena bangunan bahkan rumah yang tampak sederhana adalah lebih dari sekedar objek atau struktur. Mereka adalah lembaga gejala budaya dasar. Arti lebih umum lagi, arsitek adalah sebuah perancang skema atau rencana. "Arsitek" berasal dari Latin architectus, dan dari bahasa Yunani: architekton (master pembangun), arkhi (ketua) + tekton (pembangun, tukang kayu).

 Dalam penerapan profesi, arsitek berperan sebagai pendamping, atau wakil dari pemberi tugas (pemilik bangunan). Arsitek harus mengawasi agar pelaksanaan di lapangan/proyek sesuai dengan bestek dan perjanjian yang telah dibuat. Dalam proyek yang besar, arsitek berperan sebagai direksi, dan memiliki hak untuk mengontrol pekerjaan yang dilakukan kontraktor. Bilamana terjadi penyimpangan di lapangan, arsitek berhak menghentikan, memerintahkan perbaikan atau membongkar bagian yang tidak memenuhi persyaratan yang disepakati.
 Arsitektur dapat dipahami dengan baik bila ia dianggap jauh lebih dari sekedar tempat bernaung dari suatu anggapan untuk memanifestasikan fungsi. Makin sering kita berpikir dengan cara ini, makin mungkinlah hal itu terjadi.

Perjuangan Seorang Arsitek

 Arsitek ingin agar bangsa ini mengetahui, bahwa Arsitek membawa misi yang bersih dan suci, bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia, dan bersih dari hawa nafsu, Arsitek tidak mengharap sesuatupun dari manusia, tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya, tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terimakasih., yang Arsitek harapkan adalah terbentuknya INDONESIA yang lebih baik dan bermartabat.

Contoh perjuangan seorang Arsitektur meliputi :

Jasa Pra-Desain dan Desain
 Jasa ini meliputi pekerjaan pra-desain/desain arsitektural untuk bangunan dan struktur lain

Pengertian Arsitektur

 Arsitektur adalah sebuah disiplin ilmu yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari manusia dan bagaimana ia berhubungan dengan lingkungannya. Dalam hal ini, ilmu arsitektur dipandang telah ada bahkan sejak dahulu kala, sebelum Vitruvius dinyatakan sebagi arsitek di Roma pada masanya. Karena pada masyarakat tradisional sebelum itu pun, pengetahuan membangun telah dialihkan secara turun temurun dari generasi ke generasi sebagai sebuah proses berkelanjutan, hal ini mungkin lebih kerap disebut-sebut sebagai arsitektur vernakular.

 Seperti halnya dokter, akuntan dan Pengacara, arsitek adalah profesi yang menjual jasanya kepada masyarakat. Keberadaan arsitek diakui untuk mengurusi segala permasalahan mengenai rancang  bangun, mulai dari penyusunan konsep  perancangan hingga pengawasan berkala  sampai akhirnya menjadi sebuah produk   arsitektural. Selain itu, seorang arsitek juga  mempunyai tanggung jawab secara moral  seumur hidup terhadap karya-karyanya.

 Peran arsitek di dalam kehidupan masyarakat sangat penting karena arsitek sebagai salah satu komponen masyarakat yang berperan di dalam pembentukan peradaban kehidupan manusia. Arsitek sebagai profesi  yang menciptakan ruang bagi aktifitas dan kelangsungan hidup manusia dituntut selalu peka terhadap perkembangan zaman dan teknologi serta sedapat mungkin selalu membela kepentingan masyarakat umum.

 Selain itu, ilmu arsitektur juga merupakan perpaduan antara ilmu seni dan teknik bangunan yang memenuhi keinginan praktis dan ekspresif dari peradaban manusia dari zaman ke zaman. Kita dapat melihat dari literatur sejarah bagaimana hampir semua masyarakat yang telah hidup menetap memiliki keteknikan membangun tersendiri yang akhirnya menghasilkan arsitektur mereka. Dari sini, arsitektur kemudian dianggap penting bagi kekayaan sebuah kebudayaan karena bukan hanya tentang melakukan pertahanan terhadap lingkungan alam saja, tetapi juga terhadap lingkungan manusia, arsitektur kemudian menjadi prasyarat dan simbol dari perkembangan peradaban dari kebudayaan tersebut. Kali ini tidak akan diperdebatkan apakah ilmu arsitektur merupakan ilmu seni atau ilmu teknik, dan mencoba mengkompromikan kedua sisi tersebut. Ide Vitruvius tentang venustas (keindahan), firmitas (keterbangunan) dan utilitas (fungsi)nya disampaikan sebagai penegasan terhadap perdebatan tersebut.

 Untuk itu sangat penting mulai dari sekarang mahasiswa arsitektur yang nantinya berkeinginan untuk menjadi arsitek professional mengetahui langkah-langkah menjadi arsitek professional serta perannya dalam dunia kerja. Selain itu mahasiswa diharapkan memperkaya dan memperdalam ilmu dan pengalaman dalam bidang arsitektur.

 Hal tersebut di atas menandakan bahwa seorang arsitek harus mempelajari ranah yang cukup luas untuk menguasai berbagai macam kemampuan yang berkaitan dengan pemenuhan tuntutan terhadap dirinya dalam perjalanannya menuju profesi arsitektur, meski kemudian harus melintasi dan berdiri di atas batas antara ilmu seni dan ilmu sains.

Tahap Membangun Rumah

Tahap Membangun Rumah

Tahapan-tahapan meliputi :
A. Pekerjaan Sipil
- Pekerjaan Persiapan
- Pekerjaan Pondasi
- Pekerjaan Struktur Beton
- Pekerjaan Pasangan Dinding dan Plesteran
- Pekerjaan Rangka Atap
- Pekerjaan Instalasi Air Bersih dan Air Kotor
- Pekerjaan Instalasi Listrik
- Pekerjaan Plafond
- Pekerjaan Kusen, Pintu dan Jendela

B. Pekerjaan Finishing
- Pekerjaan Pemasangan Material Lantai / Dinding
- Pekerjaan Politur / Melamik / Duco
- Pekerjaan Pengecatan
- Pekerjaan Kunci dan Alat Penggantung
- Pekerjaan Pemasangan Sanitary
- Pekerjaan Fixture Lampu dan Sakelar-Stop Kontak
- Pekerjaan Pagar Depan dan Pintu masuk
- Pekerjaan Carport dan Jalan Masuk

C. Pekerjaan Serah Terima Pekerjaan
- Serah Terima Pertama
- Masa Garansi
- Serah Terima Kedua

Pada dasarnya item pekerjaan bangunan rumah terdiri dari:

A. Pekerjaan persiapan meliputi :
- Pembuatan bedeng
- Pemasangan bouwplank
- Pemasangan andang / scaffolding.

B. Pekerjaan tanah meliputi :
- Galian tanah
- Urugan tanah
- Meratakan tanah
- Sesek tanah

C. Pekerjaan pasangan meliputi :
- Pasangan stampeng batu.
- Pasangan pondasi batu.
- Beraben pondasi
- Pasangan batu merah
- Plesteran dinding
- Acian dinding.

D. Pekerjaan beton meliputi :
- Begesting cetakan beton
- Pembesian beton
- Cor beton

E. Pekerjaan pelapis dinding dan lantai meliputi
- Flor lantai beton
- Pasangan lantai keramik
- Pasangan dinding keramik
- Dan lain sebagainya,semua pasangan apa saja yang melekat pada dinding maupun lantai.

F. Pekerjaan saniter dan saluran air meliputi :
- Pasang closed,wastafel,washbak.
- Pemasangan pipa instalasi air.
- Pembuatan sumur bor dan lain-lain.

G. Pekerjaan kayu dan plafon meliputi :
- Pembuatan kap / rangka atap.
- Pemasangan plafon
- Pembuatan kusen pintu / jendela.
- Pembuatan daun pintu / jendela.
- Stel daun pintu / jendela.
- Pemasangan kaca.

H. Pekerjaan atap dan talang meliputi :
- Pasang usuk,reng,genting.
- Pasang atap seng dan semua pasangan penutup bangunan.
- Pasang talang
- Pasang corong.

I. Pekerjaan cat dan politur.
- Cat dinding exterior dan interior.
- Cat plafon.
- Cat / politur kusen beserta daunnya.

 Susunan daftar pekerjaan tersebut diatas dikelompokkan berdasarkan jenis pekerjaan. Namun dalam praktek sehari-hari, disusun berdasarkan urutan pekerjaan.Mulai dari pasang bouwplank sampai pengecatan (sampai rumah jadi). Hal ini untuk memudahkan penyusunan time schedule. Karena time schedule berkaitan erat dengan jadual pengadaan material dan tenaga kerja. Dan tentunya terkait erat pula dengan perkembangan biaya.Pengendalian pelaksanaan, perkembangan biaya dan lain-lain dipantau dari time schedule ini. Bahkan kita bisa mengevaluasi setiap minggu.

Fungsi time schedule (perencanaan waktu) dapat digunakan untuk :

1. Mengatur jadwal kedatangan material / bahan bangunan.
2. Mengatur jadwal pengadaan tenaga kerja.
3. Mengontrol / mengendalikan biaya pelaksanaan pekerjaan step by step.

Tulisan lain tentang Jasa Pembuatan dan Renovasi Pagar  klik di sini.
Jasa Desain, Bangun dan Renovasi : rumah, toko, warung, kantor, taman, interior, pagar, kanopi, furniture. Konsep spesial pribadi Anda. Lebih indah, hemat, mudah, ringan, dan aman



Layanan Jasa Konstruksi dan Pengelasan