.

PERANCANGAN PERKANTORAN PADA ASPEK STRUKTUR


Menurut Erns Neufert bahwa, ada tiga elemen konstruksi yang mempengaruhi pola tata letak perkantoran, yakni: modul dinding penyekat, langit-langit, dan jendela. Untuk ini ada dua pilihan, yaitu dengan memadukan keseluruhan modul secara lengkap atau sebaliknya menghindari ketetapan modul yang ada.
Pengujian terhadap berbagai denah perkantoran adalah bagaimana sebaiknya suatu tingkatan ukuran-ukuran ruang kecil dapat disediakan (ukuran terkecil 7,4 m2). Bentang lebar ruang tunggal sebaiknya tidak lebih 6.000 m2, karena nantinya akan terbentuk ruang-ruang yang tidak bermanfaat di balik setiap ruang tersebut.
Mario Salvadori dan Matthys Levy, menjelaskan bahwa tujuan utama dari suatu struktur adalah untuk melingkupi atau membatasi suatu ruangan. Pertama-tama struktur dipengaruhi oleh beratnya sendiri yaitu beban mati, dan yang kedua adalah beban-beban akibat dari gaya-gaya atau kondisi-kondisi alam lainnya (seperti angin dan hujan, gempa bumi, atau perbedaan temperatur) dan oleh beban-beban yang terjadi dari pemakaian ruangan (seperti manusia, perabot, mesin dan lain-lain), disebut beban hidup.Elemen dasar struktur dan pemasangannya dapat dibedakan menjadi struktur kolom dan balok, struktur rangka/frame/portal, struktur rangka batang, struktur pelengkung, struktur plat satu arah dengan dua arah, struktur dinding (sheer wall, bata), struktur kubah/dome, struktur cangkang, struktur kabel. Dan yang menjadi parameter dalam pemilihan dan disain struktur adalah pertama kestabilan, keseimbangan, dan kekuatan, kedua fungsi dan estetikanya, dan yang ketiga adalah perhitungan ekonomis[21]Heinz Frick dan LMF. Purwanto, membagi sistem struktur menjadi [22]
1. Struktur kabel dan balon yang hanya mengalami gaya tarik
Yakni menggunakan bahan yang lentur (kabel), tenda (jaringan kabel), atau yang elastis (balon) untuk gaya tarik saja.
Struktur rangka batang dalam bidang maupun dalam ruang
Struktur batang yang hanya menerima gaya tekan atau gaya tarik saja karena penampang lintang terbatas. Yang termasuk kelompok ini antara lain rangka batang yang datar, rangka batang yang dilipat, dan rangka batang dalam ruang.
. Struktur bangunan berbentuk balok, pelat dinding, dan portal
Bidang struktur bangunan yang berdiri tegak dalam bentuk balok, pelat dinding atau portal dan yang menerima gaya dalam arah bidang saja. Yang termasuk kelompok ini antara lain balok tunggal, pelat dinding, pelat portal.
. Struktur bangunan pelat lantai, pelat lipat, dan cangkang
Yaitu struktur bangunan berbentuk pelat yang berbaring dan yang menerima beban dalam arah sejajar maupun berlawanan arah bidang tersebut.
. Struktur bangunan vertikal dan gaya tekan
Struktur bangunan yang kaku dan kukuh dengan menerima beban vertikal dengan perhatian atas gaya geser, puntir dan tekukan maupun momen jepitan dan sebagainya. Yang termasuk kelompok ini antara lain struktur dengan gaya tekan, struktur dengan gaya geser, dan struktur dengan gaya puntir.
Struktur bangunan berpengaruh pada masalah teknik dan estetika termasuk pembentukan ruang. Persoalan teknik adalah kekokohan gedung terhadap pengaruh luar maupun beban sendirinya yang bisa mengakibatkan perubahan bentuk atau bahkan robohnya gedung. Persoalan estetika merupakan persoalan arsitektur yang agak sulit ditentukan yaitu keindahan gedung secara keseluruhan, serta kualitas arsitektur. Struktur akan menentukan pembagian ruang-ruang dalam bangunan dan juga membentuk ruang luar dan ruang dalam.
Bahan struktur utama menggunakan beton bertulang, sehingga dapat menggunakan besi beton polos dan besi ulir hasil produksi sendiri, sedangkan cor betonnya dilakukan dengan pemilihan bahan di pasaran. Untuk bahan finishing digunakan bahan yang selain estetis namun juga paling tidak berfungsi untuk keawetan sistem struktur utama (pelindung).

..... Selengkapnya - FILOSOFI : PERANCANGAN PERKANTORAN PADA ASPEK ARSITEKTUR